Share

Kemenpora Dituntut Lebih Kooperatif

Rully Pane, Jurnalis · Kamis 25 Juni 2015 22:15 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 25 43 1171612 kemenpora-dituntut-lebih-kooperatif-o4O2sGVXmy.jpg Kemenpora dituntut lebih kooperatif (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)

JAKARTA - Workshop evaluasi prestasi kontingen Indonesia di SEA Games 2015 digelar di Gedung Kemenpora, Kamis (25/6/2015). Dalam workshop yang bertemakan "Evaluasi SEA Games XXVIII Singapura" tersebut, hadir pula Satlak Prima, KONI, dan KOI.

Ketua KOI, Rita Subowo, meminta kepada Menpora Imam Nahrawi untuk segera membangun perkampungan atlet. Rita menganggap perkampungan atlet sangatlah penting untuk meningkatkan kebersamaan para atlet sebelum berjuang di setiap kejuaraan. Hal ini tentunya untuk menunjang prestasi si atlet itu sendiri.

"Ini saran untuk pemerintah, dalam hal ini Menpora. KOI merekomendasikan dibuatnya perkampungan atlet sebelum sebuah event olahraga digelar. Mereka harus dikumpulkan, tapi ini bukan pelatnas ya! Semua atlet dari setiap cabor kalau bias dikumpulkan di satu tempat saja. Tapi tentu kalau soal latihannya bisa di lain tempat,” ucap Rita dalam workshop yang juga dihadiri Okezone, Kamis (25/6/2015)

Sejauh ini, tiap atlet Merah Putih yang akan berlaga di kejuaraan seperti SEA Games,ASEAN Games, maupun Olimpiade biasanya hanya dikumpulkan di hotel-hotel seperti Hotel Atlet Century, Jakarta, atau di tempat lain yang disiapkan oleh PB cabor masing-masing. Rita juga menekankan agar Kemenpora lebih proaktif dengan KOI ketika melakukan perencanaan program bagi para atlet yang akan berlaga di sebuah kejuaraan.

“Misalnya saja bisa pakai Ragunan atau teruskan proyek Hambalang. Setidaknya atlet bisa saling bertemu dan bersatu sebelum pergi bertanding. Kita tidak pernah dibantu oleh pemerintah dalam menyiapkan program. Kami ingin Kemenpora lebih kooperatif, Selain itu, soal perencanaan anggaran juga bisa dipercepat. Taktis saja!," lanjutnya.

Seperti diketahui, dengan raihan 47 emas, 61 perak, dan 74 perunggu, SEA Games lalu adalah SEA Games terburuk Indonesia sejak event itu pertama kali digelar pada 1977. Hanya menempati ranking lima, inilah pertama kalinya tim Merah Putih keluar dari empat besar.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini