Share

Kekalahan Paling Menggembirakan Bagi Nadal

Sebastianus Epifany, Jurnalis · Senin 30 Januari 2012 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2012 01 30 39 565840 Z5XiJfPkls.jpg Rafael Nadal (Foto: Daylife)

MELBOURNE - Rafael Nadal menerima dengan lapang dada kekalahan yang dideritanya dari Novak Djokovic di final Australian Open 2012. Meski kalah, Nadal mengaku gembira akan permainannya sehingga mendaulat kekalahan tersebut sebagai kekalahan paling menggembirakan dalam kariernya.

 

Nadal harus merelakan gelar juara Australia Open 2012 kepada lawannya, Djokovic lewat hasil akhir 5-7, 6-4, 6-2, 6-7 (7-5), 7-5. Pertarungan keduanya ternyata menjadi pertarungan final terlama sepanjang sejarah turnamen, dan menjadi yang tersulit sepanjang karier Nadal.

 

“Saya hanya menerima (kekalahan ini). Saya pikir kami telah memainkan pertandingan tenis yang hebat. Saya pikir itu adalah pertunjukkan yang sangat bagus. Saya menikmati menjadi bagian dari event ini dan di pertandingan final ini. Itulah kenyataannya,” ujar Nadal, seperti dilansir dari Ninemsn, Senin (30/1/2012).

 

“Secara fisik, itu adalah pertandingan tersulit yang pernah saya mainkan. Saya ingin menang, tetapi saya gembira dengan apa yang telah saya capai. Saya memiliki peluang untuk melawan pemain terbaik di dunia (Novak Djokovic),” tambahnya.

 

Sepanjang tahun 2011, The Djoker (julukan Djokovic,-red) menjadi momok tersendiri bagi Nadal karena mengalahkannya enam kali. Walau begitu, hal itu ternyata tidak menjadi masalah bagi petenis asal Spanyol tersebut, karena masalah mental melawan Djokovic sudah terkikis.

 

“Saya benar-benar memiliki peluang yang sangat nyata untuk menyabet gelar dan menang dari pemain yang mengalahkan saya enam kali di tahun lalu. Saya tidak pernah meletakan dia dalam situasi (mudah) seperti di sepanjang tahun 2011, jadi itu adalah hal positif lain untuk saya. Kini saya tidak punya masalah mental melawan dia,” paparnya.

 

“Saya bermain lebih agresif. Servis saya bekerja dengan baik. mentalitas dan gairah juga ada, dan mungkin lebih baik dari sebelumnya. Jadi mengenai kalah di final Grand Slam, ya, saya tidak senang mendapat kekalahan di final. Tetapi itu adalah kekalahan yang paling membuat saya gembira dalam karier saya,” pungkasnya.

 

(seb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini