Gagal Sumbang Gelar, Butet-Owi Minta Maaf

Rejdo Prahananda, Jurnalis · Minggu 26 Juni 2011 20:40 WIB
https: img.okezone.com content 2011 06 26 40 472888 qKk4DjUX6G.jpg Foto: Ekspresi Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad saat berhadapan dengan ganda campuran China di final Djarum Indonesia Open Superseries Premier 2011/Heru Haryono (okezone)

JAKARTA - Pasangan ganda campuran Indonesia, Vita Marissa/Tontowi Ahmad menyampaikan permintaan maafnya kepada segenap masyarakat bulutangkis Indonesia lantaran kegagalan mereka meraih gelar juara pada Djarum Indonesia Open 2011.

Seperti diketahui, Indonesia menutup gelaran bulutangkis Superseries ini tanpa kemenangan, setelah Lilyana/Tontowi gagal merebut gelar juara usai dikalahkan ganda campuran China 20-22, 21-14, 21-9.

Lilyana yang ditemui selepas menerima hadiah mengatakan bahwa dirinya telah mengeluarkan kekuatan terbaik dalam pertandingan tersebut. “Semua kekuatan telah kami kerahkan. Namun China lebih baik dan mereka lebih siap. Lain waktu kami akan bermain lebih bagus,” kata Lilyana.

“Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat bulutangkis Indonesia karena kami hanya bisa memberikan gelar juara dua,” sambung Butet –panggilan akrab Lilyana.

Perlu diketahui, di game kedua  linesman sempat melakukan kesalahan yang menguntungkan pasangan  China. Akibatnya, Tontowi mengaku konsentrasinya sempat buyar karena keputusan linesman tersebut.

“Sebenarnya set pertama saya bisa bermain lepas. Set kedua mungkin karena pengaruh linesman. Ini membuat permainan saya ngedrop. Seharunya, linesman kita membela kami. Saya malah jadi emosi,” ketus Tontowi seraya meminta maaf kepada seluruh masyarakat yang datang untuk mendukungnya.  “Saya minta maaf karena tidak bisa kasih yang terbaik.”

Mengenai kesalahan hakim garis dalam pertandingan tersebut, Lilyana mengatakan. “Ada pengaruhnya sedikit tapi hal itu sudah biasa. Konsentrasi kami mulai menurun dan itu mulai menurun. Tapi itu tidak bisa dijadikan alasan. Sudah bagus kami bisa mencapai ke final. Hari ini. Tantowi bisa bermain bagus dengan tekanan penonton,” tutur Lilyana.

Dia menambahkan. “Kali ini kami harus melihat China bermain lebih bagus. Tapi itulah permainan. Semoga setelahnya kami bisa meraih kemenangan lagi. Kami akan mengambil hikmah dan pengalaman dalam pertandingan. Semoga kami bisa lebih baik lagi.”

Tidak ketinggalan, pasangan China Nan Zhang/Zao Yunlei pun memberikan komentarnya terhadap pertandingan ini. “Pertandingan itu sangat ketat dan bermain sangat bagus,” kata Zhang sebagaimana disampaikan penerjemah.

Ketika ditanya apakah ada perbedaan permainan saat Lilyanan/Tontowi mengalahkan mereka dalam pertandingan di final Singapore Superseries 2011 lalu,  Zhang berujar.  “Tidak ada perbedaan. Mereka bermain sangat baik. Kurang lebihnya mereka tampil sangat bagus dan kami lebih beruntung,” tuntas Zhang.

(acf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini