Di Indonesia, banyak pengendara menilai helm yang longgar dan tidak menekan kepala sebagai helm yang nyaman. Bagi pembalap, kenyamanan tidak sebatas rasa di kepala, tetapi juga menyangkut keselamatan. Helm balap yang ketat dirancang bukan semata demi kenyamanan, melainkan juga untuk mencegah rasa sakit dan cedera selama balapan.
Alasan lain helm balap dibuat sempit adalah demi kenyamanan penggunanya. Selama ini muncul anggapan bahwa helm longgar lebih nyaman dipakai. Padahal, anggapan tersebut kurang tepat karena rasa nyaman pada helm tidak diukur dari seberapa longgar ia terpasang di kepala.
Helm yang terlalu longgar justru berisiko karena tidak stabil saat digunakan. Helm mudah bergeser dan menimbulkan gerakan yang mengganggu, terlebih pada kecepatan tinggi.
Sebaliknya, helm yang pas dan rapat memberikan rasa aman sekaligus nyaman. Dengan begitu, pengguna dapat berkonsentrasi penuh tanpa terganggu pergeseran helm.
Desain helm balap yang sempit dan mencengkram kepala tidak dimaksudkan untuk menyiksa penggunanya. Ukurannya telah disesuaikan dengan bentuk kepala pembalap sehingga justru memberikan kenyamanan ekstra saat dipakai.
Demikian sejumlah alasan mengapa helm motor balap dibuat sempit. Di balik ukurannya yang ketat, terdapat tujuan yang jelas, yakni melindungi pembalap sekaligus menjaga fokus mereka di lintasan.
(Wikanto Arungbudoyo)