Meski berhasil membawa pulang medali emas sekaligus memecahkan rekor, Partin tidak ingin berhenti sampai di sini. Dia menjadikan hasil di Nagoya sebagai modal untuk menghadapi kejuaraan internasional berikutnya, termasuk Para Atletik World Championship di Uzbekistan pada 2027.
Partin juga memasang target untuk meningkatkan catatan waktunya agar mampu bersaing di level Paralimpiade. Dengan catatan terbaik saat ini 12,22 detik, dia bertekad menembus batas waktu 12,00 detik.
"Catatan waktu tetap di 12,00 detik targetnya. Paling best saat ini 12,22 detik, masih ada 0,22 detik lagi yang harus mengejar. Semoga tercapai," ungkapnya optimistis.
Partin turut mempersembahkan medali emas tersebut kepada keluarga dan masyarakat Indonesia yang selama ini memberikan dukungan. Dia secara khusus menyebut kedua orang tuanya yang berada di Desa Wonocoyo, Kaliangkrik, Magelang, serta para pelatih dan tim para-atletik Indonesia.
"Kemenangan ini terutama untuk kedua orang tua saya yang ada di Indonesia, di Desa Wonocoyo, Kaliangkrik, Magelang. Dan juga kepada para coach, tim para-atletik, serta terutama kepada seluruh masyarakat Indonesia. Terima kasih banyak atas doa dan dukungannya selama ini," tutur Partin.
Selain emas dari Partin, atlet para-atletik Indonesia juga menambah perolehan medali pada hari yang sama. Ansyari meraih medali perak di nomor lempar lembing putra F40-41, Saptoyogo Purnomo memperoleh perak pada nomor lari 200 meter putra T37, sedangkan Rica Oktavia menyumbangkan perunggu dari nomor lompat jauh putri T20.
Secara keseluruhan, cabang olahraga para-atletik menyumbangkan tiga medali emas, delapan perak, dan 11 perunggu bagi kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026. Indonesia kini menempati posisi kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 14 emas, 20 perak, dan 37 perunggu.
(Rivan Nasri Rachman)