Daya Tarik F1 GP Singapura 2026: Kenapa Tetap Jadi Magnet Utama meski Malaysia Baru Saja Gelar Balapan?

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Kamis 08 Oktober 2026 07:55 WIB
Daya Tarik F1 GP Singapura 2026: Kenapa Tetap Jadi Magnet Utama, meski Malaysia Baru Saja Gelar Balapan? (Instagram/@formula1)
Share :

SINGAPURA - Formula 1 (F1) kembali menghadirkan kalender balap yang padat di kawasan Asia Tenggara. Jarak yang sangat berdekatan dengan seri balapan di Sirkuit Sepang, Malaysia, sempat memicu pertanyaan publik mengenai peta persaingan penonton balap jet darat di kawasan ini.

Antusiasme penggemar motorsport di Asia Tenggara kini tengah berada di titik tertinggi menyusul kembalinya Sirkuit Sepang, Malaysia, yang sukses menarik 261.000 penonton sepanjang akhir pekan pada 2 hingga 4 Oktober 2026. Angka tersebut mencakup 103.000 penonton pada hari balapan utama, melampaui rekor historis pada 2008.

Kendati tetangga dekatnya baru saja sukses menggelar balapan besar, antusiasme terhadap F1 GP Singapura 2026 di Marina Bay Street Circuit yang dijadwalkan pada 9–11 Oktober 2026 sama sekali tidak surut. Pihak penyelenggara dan para pelaku bisnis lokal bahkan memproyeksikan kehadiran massa hingga melampaui 300.000 orang sepanjang pekan balapan.

Lonjakan minat ini turut ditopang hadirnya format baru. Sirkuit jalan raya Marina Bay untuk pertama kalinya akan menerapkan format kompetisi F1 Sprint Weekend. Hal ini memberikan nilai tambah yang membuat para pencinta kecepatan enggan melewatkan rangkaian akhir pekan di Singapura.

1. Singapura Tetap Punya Daya Tarik

Menanggapi fenomena persaingan regional ini, Senior Lecturer Department of Marketing NUS Business School, Dr Samer Elhajar, menilai apa yang dibangun Singapura jauh melampaui sekadar penyelenggaraan balapan semusim. Menurutnya, kekuatan utama negara ini terletak pada fondasi ekosistem acara yang sangat matang.

Senior Lecturer Department of Marketing NUS Business School Dr Samer Elhajar (Rivan Nasri)

"Jika Anda bertanya apakah saya harus mempercayakan investasi jutaan dolar di Singapura, jawabannya tentu ya. Ini sangat bisa diprediksi. Ini adalah satu-satunya negara di mana Anda bisa memprediksi apa yang akan terjadi dalam dua tahun ke depan," ungkap Dr Samer Elhajar kepada Okezone di NUS Business School, Rabu, 7 Oktober 2026.

Dr Samer menjelaskan kombinasi infrastruktur kelas atas, mulai dari konektivitas bandara hingga faktor keamanan dan keselamatan, membuat para penyelenggara dan investor merasa aman menanamkan modal besar di Singapura tanpa keraguan berarti.

 

2. Terlalu Dini Membandingkan

Terkait maraknya narasi perbandingan antara Singapura dan Malaysia yang kerap bersaing dalam sektor pariwisata hingga ajang balap, Dr Samer berpandangan kedua negara tersebut sebenarnya tidak perlu diadu secara head-to-head. Pasalnya, kembalinya F1 di Malaysia masih berada di fase awal setelah satu dekade absen dari peta kompetisi utama.

"Terlalu dini untuk menilai perbandingan ini karena Malaysia masih harus melihat kesiapan sponsor dan penyelenggara mereka. Pada akhirnya, Singapura tetap unggul karena konsistensi ekosistem pariwisata yang didukung penuh oleh faktor keamanan dan konektivitas yang mapan," tutur Dr Samer.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya