Sebagai bagian dari sistem franchise, setiap klub diwajibkan memenuhi sejumlah standar operasional di Indonesian Padel League 2026. Persyaratan tersebut mencakup kepemilikan home court, identitas visual yang konsisten, hingga penyelenggaraan pertandingan sesuai prosedur yang berlaku.
Dengan standar tersebut, Indonesian Padel League menargetkan kualitas penyelenggaraan yang seragam di seluruh Indonesia. Sistem tersebut juga diharapkan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi atlet maupun penggemar yang menyaksikan pertandingan.
Secara format, Indonesian Padel League 2026 terdiri dari regular season dan babak top-4 playoff. Pada regular season, setiap klub akan menjalani pertandingan kandang dan tandang untuk mengumpulkan poin sebelum empat tim teratas melaju ke playoff.
"Visi kami bukan hanya menghadirkan kompetisi padel nasional, tetapi membangun fondasi bagi lahirnya klub-klub profesional dengan identitas, budaya, dan komunitas yang hidup di luar pertandingan. Kami ingin setiap kota memiliki klub yang benar-benar bisa dibanggakan oleh masyarakatnya," ujar Rudi Laksmana.
Ketua Umum PBPI, Galih Kartasasmita, menilai kompetisi profesional dengan identitas klub dan pendekatan berbasis komunitas dapat memberikan dampak terhadap perkembangan padel nasional. Dia berharap, olahraga yang kompetitif nan sehat dapat tercipta dari kompetisi baru ini.
"Dengan menggabungkan kompetisi profesional, identitas klub yang kuat, serta pendekatan berbasis komunitas, Indonesian Padel League 2026 menargetkan lahirnya rivalitas antar kota, budaya suporter baru, serta peluang komersial yang mampu mendorong pertumbuhan olahraga padel di Indonesia," tutup Galih.
(Ramdani Bur)