Sementara itu, GM Utut Adianto yang juga merupakan pembina Percasi mengapresiasi pelaksanaan Kejurda Piala Gubernur DKI Jakarta 2026. Menurutnya, penggunaan hotel sebagai lokasi pertandingan memberikan suasana berbeda dan dapat meningkatkan motivasi para pecatur.
"Kejuaraan seperti ini bagi pecatur adalah impian. Apalagi mainnya di gedung bagus, hotel bagus. Ramai banget. Tepuk tangan untuk ketua kita, Pak Kenneth," kata Utut.
Meski mengapresiasi penyelenggaraan, Utut memberikan sejumlah masukan untuk meningkatkan kualitas kejuaraan berikutnya. Dia menilai tim teknis perlu diperkuat dan jumlah babak pertandingan ditambah.
"Saran saya ke depannya mesti diperkuat tim teknis. Semoga diperbanyak babaknya, minimal sembilan pertandingan dan berlangsung 90 menit sehingga kualitas akan semakin meningkat," ujarnya.
Tingginya antusiasme peserta juga mendapat apresiasi dari Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto. Dengan jumlah peserta mencapai 420 pecatur, dia berharap Kejurda menjadi sarana untuk melahirkan talenta-talenta baru dari Ibu Kota.
"Mudah-mudahan catur DKI Jakarta bisa melahirkan lebih banyak GM dan penerus Utut Adianto. Saya lihat animo peserta sangat luar biasa," kata Uus.
Novendra turut mengapresiasi penyelenggaraan Kejurda DKI Jakarta 2026. Menurutnya, kualitas pelaksanaan dan persaingan yang tersaji menunjukkan keseriusan Percasi DKI Jakarta dalam melakukan pembinaan atlet.
"Kejurda tahun ini keren banget. Saya lihat paling bagus dan mewah, digelar di hotel berbintang. Persaingan open juga sangat ketat. Di putra ini semua atlet PON ikut serta," ujar Novendra.
Persaingan ketat tersebut membuat Novendra optimistis DKI Jakarta mampu mempertahankan predikat juara umum pada Kejurnas Catur 2026 di Banten. Dia juga berharap kontingen Ibu Kota dapat menambah perolehan medali emas pada ajang tersebut.
"Saya yakin DKI Jakarta akan bisa mempertahankan gelar juara umum di Kejurnas dan bahkan meraih lebih dari enam emas di bawah kepemimpinan Ketum Pak Kenneth yang sangat perhatian dengan para atlet," tandas Novendra.
(Wikanto Arungbudoyo)