PADEL Indonesia memasuki babak baru setelah olahraga tersebut akan menjalani debut di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Momentum ini menjadi bagian penting dalam perkembangan padel di Indonesia dan Asia.
Menjelang ajang tersebut, Padel Pro Indonesia menggelar Padel Pro Academy Launch pada 19–20 September 2026. Kegiatan ini mempertemukan Tim Nasional Padel Indonesia, pemain internasional, serta sejumlah talenta muda yang diproyeksikan menjadi generasi penerus.
Sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Tim Nasional Padel Indonesia menghadapi pemain internasional dari Spanyol, Argentina, dan Swedia dalam pertandingan ekshibisi. Laga tersebut menjadi salah satu agenda persiapan sekaligus memperkenalkan kekuatan Indonesia menjelang debut padel di Asian Games.
Tim Indonesia diperkuat Giorgio Soemarno, Armando Soemarno, Valentinus Dyas, serta satu atlet tim nasional lainnya. Pertandingan melawan pemain dari tiga negara tersebut juga menjadi kesempatan bagi para atlet Indonesia untuk mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dengan latar belakang kompetisi internasional.
Selain tim nasional, Padel Pro Academy menjadi bagian lain yang mendapat perhatian dalam agenda tersebut. Para pemain mengikuti pertandingan ekshibisi, sesi uji coba kepelatihan, serta penilaian yang dipimpin Technical & Methodology Director, David Garrido.
Padel Pro Academy dibentuk untuk membangun sistem pembinaan pemain muda secara lebih terarah. Program tersebut mencakup pengenalan olahraga padel, pengembangan kemampuan teknik dan taktik, pembentukan pola pikir kompetitif, hingga persiapan menuju jenjang prestasi.
Program pembinaan ini juga diarahkan untuk membuka jalur bagi pemain muda menuju kompetisi dengan level yang lebih tinggi. Dengan sistem yang terstruktur, pemain diharapkan dapat berkembang secara bertahap sesuai kemampuan dan kelompok usia masing-masing.
Pada 21 September 2026, atlet junior terpilih dari Padel Pro Academy akan mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas) Junior. Mereka akan memperebutkan kesempatan menjadi bagian dari Tim Nasional Padel Junior Indonesia untuk pertama kalinya.
CEO Padel Pro Indonesia Fabian Soemarno mengatakan, pengembangan padel nasional tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian tim saat ini. Menurutnya, keberadaan Tim Nasional Indonesia di Asian Games menjadi momentum untuk mulai menyiapkan generasi berikutnya.
“Bagi kami, pengembangan padel Indonesia tidak boleh berhenti pada pencapaian hari ini. Memiliki tim nasional Indonesia di Asian Games merupakan sebuah pencapaian luar biasa, tetapi yang lebih penting adalah memastikan generasi berikutnya siap melanjutkan perjalanan tersebut,” ujar Fabian.
Fabian mengatakan Padel Pro Academy diarahkan untuk memberikan pembinaan sejak usia dini. Program tersebut juga diharapkan menyediakan lingkungan kompetitif dan jalur pengembangan yang dapat membawa pemain muda menuju level internasional.
Peluncuran Padel Pro Academy menjadi bagian dari upaya Padel Pro Indonesia dalam mendukung pertumbuhan padel di Tanah Air. Fokusnya tidak hanya pada pengembangan fasilitas dan komunitas, tetapi juga pembinaan talenta serta regenerasi atlet untuk jangka panjang.
(Rivan Nasri Rachman)