Kekuatan luar biasa sang spesialis ganda ini kembali terbukti pada edisi 1982 di Delhi dengan raihan dua medali emas dari ganda putra berpasangan dengan Icuk Sugiarto dan ganda campuran bersama Ivana Lie. Selain dua emas tersebut, ia turut menyumbangkan satu medali perak tambahan dari nomor pertandingan tim beregu putra.
Pesta olahraga Asia di Seoul pada tahun 1986 kemudian menjadi panggung penutup karier profesionalnya sebelum gantung raket dengan menyumbangkan satu medali perak dari nomor beregu putra. Meskipun ini menjadi penampilan terakhirnya, kontribusi besar yang ia berikan tetap menjadi fondasi kuat bagi prestasi bulu tangkis nasional.
Dedikasi serta konsistensi tinggi yang ditunjukkan Christian Hadinata sepanjang partisipasinya di ajang multicabang Asia ini telah mengukir sejarah abadi bagi dunia bulu tangkis Indonesia.
(Rivan Nasri Rachman)