Kisah Miris Marc Marquez Sebut Sirkuit Mandalika Jadi yang Terburuk

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Selasa 08 September 2026 11:43 WIB
Marc Marquez kecelakaan di Sirkuit Mandalika. (Foto: MotoGP)
Share :

PEMBALAP Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, tengah berada dalam tren positif usai memangkas jarak poin di klasemen sementara MotoGP 2026. Sukses menyapu bersih kemenangan pada sprint race dan balapan utama di MotoGP Aragon 2026, membuat Marquez kini hanya tertinggal 19 angka dari Jorge Martin (Aprilia Racing) di puncak klasemen.

Meski atmosfer tim sedang membara, rider asal Spanyol itu justru melontarkan pernyataan mengejutkan saat ditanya mengenai sisa kalender balap musim ini. The Baby Alien secara terbuka menyebut Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia sebagai trek terburuk yang paling ia waspadai.

1. Memori Kelam di Mandalika

Pernyataan tersebut tentu bukan tanpa alasan mendasar mengingat rekam jejak kelam yang selalu menghantuinya setiap kali menyambangi Lombok. Dari tahun ke tahun, sirkuit berkarakter cepat itu konsisten menyajikan mimpi buruk bagi sang juara dunia.

“Balapan demi balapan. Dari sejarah, Indonesia adalah yang terburuk bagi saya, karena setiap tahun saya punya kenangan buruk dari sana,” jelas Marquez, melansir dari Crash, Selasa (8/9/2026).

“Selain itu, saya merasa baik-baik saja dengan sirkuit lainnya. Jadi, balapan demi balapan. Sekarang, saya akan memulihkan kondisi setelah balapan ini dan fokus ke Misano,” tambahnya.

Marc Marquez jatuh usai ditabrak Marco Bezzecchi di MotoGP Mandalika 2025 (Foto: MotoGP)

Sejak MotoGP kembali mendarat di Indonesia pada 2022, Marquez nyaris tidak pernah menuntaskan akhir pekannya dengan senyuman. Pada debutnya di Mandalika empat tahun lalu, ia mengalami kecelakaan highside yang sangat parah saat sesi pemanasan hingga memicu kambuhnya masalah penglihatan ganda atau diplopia.

Nasib sial berlanjut pada edisi 2023 ketika ia kembali gagal menyentuh garis finis akibat terjatuh di tengah balapan. Penderitaan Marquez semakin lengkap pada musim 2024 tatkala masalah teknis mendadak menghantam kuda besi miliknya hingga mengalami kerusakan parah.

Puncak dari horor Mandalika terjadi pada musim lalu ketika ia terlibat insiden keras dengan Marco Bezzecchi. Kecelakaan maut tersebut mengakibatkan Marquez menderita cedera patah tulang bahu yang kompleks dan memaksanya absen hingga akhir musim, meski ia beruntung sudah mengunci gelar juara di Jepang sepekan sebelumnya.

 

2. Fokus Perburuan Gelar Dunia

Belajar dari memori pahit tersebut, Marquez kini memasang strategi matang demi menjaga asa dalam perebutan takhta juara MotoGP 2026. Ia menyadari betul bahwa kunci utama persaingan ketat ini adalah dengan memaksimalkan poin di sirkuit-sirkuit yang cocok dengan gaya balapnya, sekaligus meminimalisir kerugian di trek yang sulit.

“Seperti yang saya katakan, jika kami ingin memiliki peluang minimal untuk memperjuangkan gelar juara, di sirkuit yang bagus untuk kami, kami tidak boleh kehilangan poin,” sambung Marquez.

Marc Marquez kecelakaan mengerikan di Sirkuit Mandalika @motogp

Di luar momok Sirkuit Mandalika, Marquez merasa optimistis bahwa sisa lintasan lain di kalender musim ini sangat mendukung ambisinya. Ia menilai sebagian besar karakter trek sisa masih bersahabat dengan motor Ducati yang ditungganginya.

Dengan selisih poin yang semakin menipis dengan Martin serta ancaman nyata dari pembalap lain seperti Marco Bezzecchi, konsistensi menjadi harga mati. Sembari memulihkan kondisi fisik usai seri Aragon, Marquez memilih fokus menatap balapan demi balapan, dimulai dari seri terdekat di MotoGP San Marino 2026.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya