SCORZE – CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, melontarkan pujian terbuka terhadap performa gemilang Marc Marquez (Ducati Lenovo) dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026. Persaingan ketat di papan atas klasemen membuat pertarungan titel juara semakin sengit menjelang paruh akhir musim.
Selepas MotoGP Aragon 2026 pada 28-30 Agustus 2026 lalu, persaingan gelar juara dunia 2026 mengerucut menjadi pertarungan tiga pembalap. Jorge Martin saat ini memimpin klasemen sementara untuk Aprilia dengan keunggulan 19 poin, dibuntuti oleh Marc Marquez di posisi kedua dan Marco Bezzecchi di peringkat ketiga.
Kesuksesan Marquez menyapu bersih kemenangan di Aragon menempatkannya sebagai salah satu ancaman terbesar dalam perebutan takhta juara. Menghadapi situasi tersebut, Massimo Rivola mengaku bangga bisa bersaing langsung dengan salah satu pebalap terhebat sepanjang masa.
“Tetapi itu belum cukup, kita berada di sini, dan kita harus berjuang sampai balapan terakhir melawan lawan seperti Marquez, yang merupakan salah satu pembalap terhebat dalam sejarah,” ujar Rivola kepada Sky Italy, dikutip Selasa (1/9/2026).
Lebih lanjut, Rivola menekankan Aprilia tidak akan menyerah begitu saja hingga seri pamungkas musim ini. Kehadiran pebalap sekaliber Marquez justru menjadi motivasi ekstra bagi seluruh anggota tim untuk tampil maksimal di setiap balapan.
“Memiliki kehormatan untuk mencoba mengalahkannya adalah hal yang luar biasa dan motivasi yang sangat besar. Kami tidak akan menyerah sampai akhir,” tegasnya.
Selain menjadi rival di lintasan, Rivola menilai ada banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari cara Marquez mengelola musim ini. Menurutnya, pembalap asal Spanyol itu sangat memahami kapan harus mengambil risiko dan kapan harus bermain aman demi menjaga perolehan poin.
“Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari Marc. Ketika ia tampak kesulitan, ia memenangkan balapan tanpa mengambil risiko, karena ia tahu bahwa konsistensi adalah hal yang paling penting dari sekarang hingga akhir tahun,” sambung Rivola.
Di sisi lain, Rivola juga terus memotivasi para pembalapnya seperti Jorge Martin dan Marco Bezzecchi agar tidak berkecil hati ketika gagal meraih podium. Ia selalu mengingatkan timnya bahwa Aprilia saat ini sedang bertarung melawan raksasa-raksasa pabrikan dunia yang sudah lebih dulu berpengalaman mendominasi ajang MotoGP.
“Saya sering mengatakan kepada orang-orang saya bahwa kita tidak boleh merajuk ketika kita finis keempat atau kelima, atau bahkan ketiga, karena kita tidak boleh lupa bahwa kita melawan para raksasa dan pembalap yang terbiasa menang jauh lebih banyak daripada kita,” pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)