"Saya mencoba (membuat ruang) dan pergi ke sisi kanan tetapi kami 'terjepit'. Kami 'menempel'. Jika Anda melihat tayangan ulangnya, bahkan ada wheelie kecil di gigi enam! Dan mustahil untuk menjauh dari motornya," tambahnya.
Pertarungan menegangkan tersebut pada akhirnya harus berakhir ketika Bezzecchi memutuskan untuk sedikit mengendurkan gasnya. Keputusan terpaksa diambil mengingat posisi Bezzecchi berada di sisi lintasan yang kotor sehingga kehilangan cengkeraman optimal.
“Jadi itu momen yang menakutkan, tetapi pertunjukan yang bagus untuk para penggemar. Kemudian tiba saatnya Marco sedikit menyerah karena dia berada di sisi yang kotor,” imbuh Marquez.
Keunggulan posisi terdepan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Marquez untuk mengatur ritme balapan hingga menyentuh garis finis. Strategi konsisten tersebut membawanya keluar sebagai pemenang dengan keunggulan selisih waktu 1,8 detik dari Pedro Acosta yang finis di posisi kedua.
Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan Marquez di Aragon menjadi enam kemenangan secara beruntun. Hasil impresif di Aragon turut membawa dampak signifikan pada peta persaingan perebutan gelar juara dunia musim ini.
Tambahan poin penuh berhasil melambungkan posisi Marquez melewati Bezzecchi untuk menduduki peringkat kedua klasemen sementara. Kini, pembalap Spanyol tersebut hanya terpaut 19 angka saja dari Jorge Martin di puncak klasemen.
(Rivan Nasri Rachman)