Dari tiga nomor pertandingan yang akan diikuti Tim Indonesia, Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Teqball Seluruh Indonesia (PP POTSI) memilih nomor yang dinilai paling kompetitif dengan mempertimbangkan potensi dan peluang atlet Indonesia untuk bersaing memperebutkan medali.
Harry menilai keputusan tersebut merupakan langkah yang tepat. Dengan komposisi atlet yang ada serta pengalaman bertanding di level internasional, ia optimistis wakil Indonesia dapat melangkah jauh.
“Minimal dari tiga nomor yang kita ikuti, insyaallah kita bisa masuk final. Itu harapan dari kita. Tentu targetnya adalah medali, syukur-syukur bisa mendapatkan medali emas. Kalau bercita-cita harus tinggi, tetapi kita juga harus realistis,” kata Harry.
Di sisi lain, Harry juga memantau persiapan teqball Tim Indonesia untuk memastikan berbagai kebutuhan nonteknis atlet dapat terpenuhi, mulai dari perjalanan menuju Jepang, akomodasi, penjemputan, hingga kebutuhan selama berada di arena pertandingan.
“Kita akan memastikan kenyamanan atlet selama perjalanan. Jangan terlalu banyak transit. Intinya, kesiapan yang disiapkan dari tim CdM adalah dari sisi kenyamanan. Bagaimana atlet bisa nyaman sejak perjalanan, latihan, sampai bertanding, sehingga mereka bisa memberikan yang terbaik,” tegas Harry.
Sementara itu, Ketua Umum PP POTSI, Jovinus Carolus Legawa, mengatakan persiapan Timnas Teqball Indonesia telah dilakukan sejak sekitar dua tahun lalu. Langkah tersebut dilakukan setelah federasi melihat peluang teqball untuk berkembang dan masuk dalam berbagai ajang multievent internasional.
Timnas Teqball Indonesia yang ditangani pelatih asal Hungaria, Gabriel Kota, diperkuat empat atlet yang memiliki pengalaman bertanding di level internasional, termasuk tampil pada SEA Games Thailand 2025 dan berhasil meraih medali perak. Hasil ini menjadi modal berharga bagi para atlet untuk menghadapi Asian Games.
“Dengan persiapan yang sudah kami lakukan, kami tentu berharap bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Kami mohon doa dan dukungan agar kami bisa mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Jepang nanti,” tutur Jovinus.
(Ramdani Bur)