Di sisi lain, ia mengungkapkan sesuatu hal istimewa yang dimiliki Valentino Rossi.
"Ada Valentino; dia memiliki sesuatu yang istimewa," ujarnya.
"Saat dia menaiki motor, motor itu seolah 'berbicara' kepadanya, dan dia mampu menerjemahkannya untuk memberi tahu para insinyur mengenai apa yang perlu dilakukan pada motor agar bisa melaju cepat," ujar Torstensson.
Diketahui, rivalitas Marquez dengan Rossi mencapai puncaknya pada musim 2015 yang penuh kontroversi. Keduanya terlibat insiden di Malaysia yang berujung pada jatuhnya pembalap Marquez yang masih berusia muda saat itu.
Persaingan mereka memuncak dalam situasi yang memanas. Rossi akhirnya kehilangan gelar juara yang jatuh ke tangan Jorge Lorenzo. Ia pun tidak pernah lagi memenangkan gelar juara dunia setelahnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)