Media Vietnam turut menyoroti masalah utama skuad Timnas Voli Putri Indonesia bukan sekadar pilihan sumber daya manusia yang terbatas. Pelatih Sugiyama sebenarnya memiliki banyak opsi pemain, tetapi belum menemukan formula stabil untuk meredam kedisiplinan permainan Vietnam.
Perubahan posisi yang dilakukan secara terus-menerus dinilai hanya menjadi solusi sementara tanpa mampu menjaga konsistensi performa serangan. Akibatnya, Timnas Voli Putri Indonesia harus rela mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 1-3 setelah kalah 15-25, 15-25, dan 19-25 di set-set penentu.
Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kubu Timnas Voli Putri Indonesia jelang pertemuan ulang atau rematch yang dijadwalkan berlangsung pada seri kedua SEA Womens V Cup 2026 di Chiang Mai, Thailand pada Jumat (7/8/2026) siang WIB. Skuad Garuda Pertiwi tentu dituntut menemukan kerangka tim yang lebih matang alih-alih mencari solusi saat pertandingan sudah berjalan di luar kendali.
(Rivan Nasri Rachman)