MEDIA asal Malaysia, New Straits Times baru-baru ini menyoroti langkah tegas yang diambil oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Organisasi induk bulu tangkis nasional tersebut memutuskan untuk menarik mundur dua pasangan ganda campuran dari ajang BWF World Championships 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 23 Agustus mendatang di New Delhi, India.
Keputusan krusial ini diambil menyusul investigasi yang sedang berjalan oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) terkait dugaan pelanggaran integritas atau match-fixing. Dua pasangan yang terdampak adalah ganda campuran peringkat 13 dunia, Jafar Hidayatullah dan Felisha Pasaribu, serta pasangan peringkat 24 dunia, Adnan Maulana dan Indah Cahya Sari Jamil.
Dalam pernyataan resminya, PBSI menjelaskan langkah penarikan ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk memastikan seluruh proses administrasi serta keikutsertaan atlet berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Langkah ini diambil demi menjaga tertib administratif dan kepatuhan hukum keolahragaan internasional.
"PBSI menghormati dan sepenuhnya mendukung mekanisme yang diterapkan oleh BWF sebagai bagian dari upaya untuk menjaga integritas bulu tangkis, sekaligus juga menghormati independensi dari proses yang sedang berlangsung,” bunyi pernyataan resmi PBSI, dikutip dari New Straits Times, Kamis (6/8/2026).
Meski demikian, demi menghormati prosedur yang berlaku, pihak PBSI memilih untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut terkait substansi perkara. Mereka juga menghindari pengaitan proses hukum yang sedang berjalan secara spesifik kepada individu atlet tertentu sebelum ada keputusan resmi.
"Kami menyerukan kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk media dan masyarakat, untuk menghormati proses yang sedang berjalan dan menghindari spekulasi sampai keputusan resmi dikeluarkan oleh Panel Sidang Independen BWF," tambah keterangan PBSI.
PBSI berkomitmen untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan BWF guna memastikan setiap kebijakan organisasi senantiasa dilandasi prinsip tata kelola yang baik, kepatuhan regulasi, perlindungan hak-hak atlet, serta komitmen menjaga marwah olahraga bulu tangkis dunia.