TOKYO – Perjuangan tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, di ajang Japan Open 2026 resmi berakhir di babak semifinal setelah harus mengakui keunggulan andalan tuan rumah, Akane Yamaguchi. Kendati langkahnya menuju partai final terganjal, pebulu tangkis yang akrab disapa Putri KW tersebut tetap memetik banyak hikmah dan pengalaman penting dari turnamen berkategori BWF Super 750 ini.
Putri KW menyerah dari wakil tuan rumah melalui pertandingan tiga gim di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jepang pada Sabtu (18/7/2026). Pebulu tangkis berusia 23 tahun itu kalah dengan skor 21-9, 16-21, dan 14-21.
Usai pertandingan, Putri mengakui duel melawan Yamaguchi berlangsung sangat menguras tenaga. Setelah memenangi gim pertama, dia sempat optimistis mampu mengakhiri pertandingan dalam dua gim.
Namun, situasi berubah ketika memasuki fase akhir gim kedua. Akane Yamaguchi mampu mengubah pola permainan sehingga membuat Putri kesulitan mempertahankan ritme yang sebelumnya sudah berjalan baik.
“Sejujurnya saya merasa punya peluang menang tadi tapi sayang di gim kedua saya tidak bisa terus memepet dia menjelang akhir. Di poin 16-16 itu Akane membuat banyak sekali spekulasi pukulan depannya dan memperlambat tempo, itu membuat saya beberapa kali kaget,” kata Putri KW dikutip dari rilis resmi PBSI, Minggu (19/7/2026).
Memasuki gim penentuan, Putri KW mengaku kembali kehilangan momentum akibat melakukan sejumlah kesalahan sendiri. Kesalahan tersebut membuat Yamaguchi semakin leluasa mengendalikan jalannya pertandingan hingga akhirnya memastikan kemenangan.
“Di gim ketiga saya melakukan kesalahan beruntun di titik yang sama, sebelah kiri pertahanan Akane, cukup berpengaruh akhirnya ke sisa jalannya pertandingan,” tutur pebulu tangkis asal Tangerang, Banten, itu.
Meski gagal melangkah ke final, Putri tetap mengapresiasi hasil yang diraihnya di Japan Open 2026. Dia menilai penampilannya mengalami peningkatan dibanding beberapa turnamen sebelumnya.