"Evaluasinya sudah ada, kami juga sudah diskusi sama pelatih. Semoga di Japan Open ini bisa lebih baik lagi dari turnamen sebelumnya," sambung pria berusia 20 tahun itu.
Raymond/Joaquin sejatinya memilih realistis mengingat lawan tidak akan memberi 'karpet merah' untuk menjadi juara Japan Open 2026. Keduanya memasang target utama untuk mencapai semifinal.
Walau demikian, ambisi untuk merebut gelar pertama musim ini serta perdana di level Super 750 patut diperjuangkan. Raymond/Joaquin akan melakukan persiapan yang matang sebelum bertolak ke Jepang.
"Pasti enggak gampang lah, butuh perjuangan. Apalagi kan turnamen itu kan turnamen kelas yang paling tinggi ya. Artinya ya enggak mudah. Ya kami kerja keras terus saja sampai bisa dapat," tukas Joaquin.
(Wikanto Arungbudoyo)