KISAH Apriyani Rahayu, peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 kini dipasangkan dengan Dejan Ferdinansyah akan diulas Okezone. Apriyani Rahayu pernah meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 saat dipasangkan dengan Greysia Polii di nomor ganda putri.
Menghadapi jagoan China Cheng Qingchen/Jia Yi Fan di final, Apriyani Rahayu menang 21-19 dan 21-15. Sayangnya Setahun setelah memenangkan medali Olimpiade Tokyo 2020, Greysia Polii pensiun sehingga Apriyani Rahayu harus berpasangan dengan pebulu tangkis lain.
Beberapa minggu setelah berpisah dengan Greysia Polii, Apriyani Rahayu dipasangkan dengan Siti Fadia. Kolaborasi ini sempat memunculkan asa bahwa Indonesia tetap memiliki pemain jempolan di posisi ganda putri.
Pasangan ini pernah finis runner-up di Indonesia Masters 2022, juara Malaysia Open 2022, Singapore Open 2022, Hong Kong Open 2023 dan runner-up Hylo Open 2023. Sayangnya setelah mendapatkan serangkaian gelar pada 2022 dan 2023, kedua pemain bergantian mengalami cedera.
Mereka pun dipecah dan kembali dipasangkan pada 2025. Apriyani/Siti Fadia menjadi kampiun Indonesia Masters II 2025. Setelah itu, mereka kembali dipecah dan dipasangkan dengan pemain lain.
Sekarang dengan kondisi fisiknya yang kembali prima, Apriyani Rahayu diplot bermain di nomor ganda campuran. Ia diharapkan dapat meningkatkan kualitas ganda campuran Indonesia yang mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Ia dipasangkan dengan pebulu tangkis yang beberapa kali juara level Super 300 di nomor ganda campuran, Dejan Ferdinansyah.
“Setelah melakukan evaluasi secara menyeluruh, kami melihat kondisi dan performa pasangan Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari saat ini belum berada pada level yang kami harapkan. Karena itu, kami mencoba mencari solusi terbaik agar potensi Apriyani sebagai atlet bisa dimaksimalkan sekaligus menjawab kebutuhan tim di sektor ganda campuran,” kata Kepala Pelatih Ganda Campuran PP PBSI, Rionny Mainaky dalam keterangan pers yang diterima Okezone.
“Apriyani memiliki kemampuan membaca permainan dengan sangat baik, mampu menjadi playmaker, memiliki jangkauan lapangan yang luas, serta kuat dalam transisi bertahan maupun menyerang. Dari sisi pengalaman dan mental bertanding, dia juga sudah terbukti mampu tampil di pertandingan-pertandingan besar,” lanjut Rionny Mainaky.
“Dejan mempunyai kualitas smash yang sangat baik dan mampu mengontrol permainan dari area belakang. Kami melihat karakter bermain mereka saling melengkapi sehingga diharapkan dapat membentuk pasangan yang solid dan kompetitif,” tegas pelatih yang pernah menjadi Kabid Binpres PP PBSI ini.
Apriyani Rahayu dan Dejan akan dijajal dalam enam turnamen ke depan. Jika tampil oke, pasangan ini berpotensi dipermanenkan. Apriyani juga tak perlu khawatir turun di nomor ini. Sebab, di level junior ia sering bermain di nomor ganda campuran. Bahkan pada 2015 ia merebut medali perunggu BWF World Junior Championships 2015 saat dipasangkan dengan Fachryza Abimanyu.
(Ramdani Bur)