Keberanian Verstappen untuk menolak tawaran tersebut bukan tanpa alasan. Pembalap berkebangsaan Belanda ini diketahui memiliki klausul keluar (exit clause) dalam kontraknya saat ini. Klausul tersebut menyatakan bahwa jika Verstappen berada di luar posisi dua besar dalam klasemen Pembalap menjelang jeda musim panas, ia berhak angkat kaki dari tim.
Saat ini, Verstappen berada di peringkat dua besar, bahkan ia tak bisa menembus lima besar. Di sisi lain, performa jet darat Red Bull kian tertinggal dari Mercedes dan Scuderia Ferrari yang terus memperlebar jarak di puncak klasemen setiap pekannya.
Sadar bahwa peluang Verstappen untuk menembus posisi dua besar sebelum jeda musim panas sangat tipis, manajemen Red Bull dilaporkan mulai menyiapkan rencana darurat demi memagari pembalap utama mereka.
Melansir laporan dari Sports Bild, Red Bull berniat untuk membeli klausul keluar tersebut. Demi membujuk juara dunia empat kali itu agar mau menghapus klausul tersebut, tim siap menggelontorkan dana kompensasi hingga puluhan juta euro. Menarik tentunya apakah Verstappen tergiur dengan dana kompensasi itu atau justru ia tetap memutuskan cabut dari Red Bull.
(Rivan Nasri Rachman)