JAKARTA – Pebiliar nasional, Jefry Zen, memberikan apresiasi tinggi terhadap kepastian bergulirnya turnamen Predator-PBC Indonesian International Open 2026. Ajang biliar bergengsi skala dunia tersebut dijadwalkan bakal menghentak Pro Billiard Center (PBC), iNews Tower Jakarta, pada 1 hingga 4 Juli 2026 mendatang.
Sambutan hangat itu ia ungkapkan dalam konferensi pers bersama Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI) sekaligus Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, serta Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, pada Kamis (4/6/2026).
Jefry mengungkapkan, PBC Indonesian International Open 2026 sangat bermanfaat dan menjadi wadah bagi para pegiat serta atlet olahraga biliar di Indonesia. Khususnya bagi mereka yang masih berusia muda dan penuh semangat bergeliat di olahraga bola sodok tersebut.
“Untuk Predator ini ya, kompetisi ini sangat diinginkan oleh pegiat-pegiat di Indonesia. Jadi kita appreciate juga buat Pak Ketum, buat event kelas internasional di Indonesia ini. Jadi sangat-sangat baik untuk generasi-generasi muda, penduduk Indonesia,” ungkap Jefry, dikutip Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, adanya turnamen biliar bergengsi tingkat internasional yang digelar di Indonesia ini menjadi satu hal yang penting. Sebab, dengan banyaknya kompetisi yang digelar dan diikuti, hal itu bisa semakin mengasah kemampuan para pegiat dan atlet biliar di Tanah Air.
“Ya, kompetisi itu sangat penting. Karena itu banyak pengalaman di kompetisi-kompetisi itu. Ketika kita gagal, kita akan berlatih kembali untuk lama-lama biar belajar dari pengalaman kita,” ucap dia.
Terlebih, lawan dalam Predator - PBC Indonesian International Open 2026 ini merupakan para peserta luar negeri dan atlet internasional. Sehingga, banyak atlet Indonesia yang bisa belajar kepada mereka, baik itu dari jalannya pertandingan, kemenangan, maupun kekalahan yang didapat nantinya.
“Ya, kalau dari saya memang kita harus belajar juga dari mereka. Jadi kita juga dapat pengalaman, dapat juga pembelajaran dari dengan mereka datang ke sini. Jadi kita memang ya untuk bersaing nya bisa cuman butuh butuh dapat pelajaran juga dari mereka untuk bisa bersaing ke depannya,” tutur Jefry.
Meski demikian, ia optimistis bahwa atlet biliar Indonesia bisa bersaing dengan para peserta dari luar negeri atau internasional yang mengikuti pertandingan tersebut. Ia menilai, para atlet Indonesia hari ini sudah memiliki kompetensi yang sangat layak untuk bersaing di tingkat dunia.
“Sekarang ini semua jago-jago. Bisa bersaing,” pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)