Kisah Rivalitas Panas Veda Ega vs Hakim Danish, Adu Gengsi Dua Negara Serumpun di Moto3 2026

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Senin 01 Juni 2026 14:48 WIB
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama. (Foto: Instagram/veda_54)
Share :

PANGGUNG Moto3 2026 tidak hanya menyajikan duel papan atas demi gelar juara dunia, melainkan juga memanaskan rivalitas regional yang sarat gengsi. Sorotan utama kini tertuju pada persaingan antara rider muda Indonesia, Veda Ega Pratama, dengan pembalap berbakat asal Malaysia, Hakim Danish.

Duel dua talenta muda ini selalu sukses memicu perdebatan riuh di kalangan pencinta ajang balap motor kedua negara. Persaingan antara dua talenta terbaik Asia Tenggara ini kian membara menyusul hasil balapan teranyar di Sirkuit Mugello, Italia.

Meskipun secara posisi di klasemen sementara kedua pembalap ini memiliki jarak yang cukup lebar, dinamika di atas sirkuit menunjukkan determinasi untuk tidak mau kalah dari tetangga serumpun tetap berada di level tertinggi.

1. Kedewasaan Bersikap Dua Pembalap

Pengamat MotoGP Tanah Air, Hendry Wibowo, memberikan analisis mendalam mengenai rivalitas ini dalam acara Morning Zone by Okezone. Menurutnya, tensi tinggi yang dirasakan publik sebenarnya lebih banyak dipicu oleh latar belakang sejarah rivalitas klasik antara Indonesia dan Malaysia yang selalu menarik di bahas di bidang apa pun.

"Sebenarnya kalau melihat dari papan klasemen, Hakim Danish masih jauh ada di peringkat 11 (dengan raihan 43 poin). Posisi tersebut berada jauh di bawah Veda Ega yang menempati posisi kelima (dengan koleksi 66 poin). Namun, atmosfer menjadi sangat ramai karena faktor Indonesia-Malaysia; di mana-mana kalau melibatkan kedua negara ini pasti ramai," jelas Hendry dalam acara Morning Zone by Okezone, Senin (1/6/2026).

Hakim Danish

Menariknya, Hendry mengungkapkan tensi panas tersebut murni hanya menjadi konsumsi para penggemar dan media massa. Berdasarkan wawancara langsungnya bersama Veda menjelang awal musim Moto3 2026, hubungan personal antara pembalap asal Gunungkidul tersebut dengan Hakim Danish sebenarnya biasa-biasa saja.

Kedua pembalap dinilai tidak terpengaruh oleh pemberitaan atau keriuhan di luar lintasan. Veda sendiri memilih tetap fokus sepenuhnya untuk memberikan performa terbaik dalam menjalani musim debutnya di ajang Moto3 tahun ini.

 

“Menurut saya, selama ini persaingan-persaingan masih oke lah ya bagaimana memang dua pembalap ini pun tampaknya tidak terlalu terpengaruh gitu ya dengan apa pemberitaan di luar apa segala macam karena memang baik Veda juga hanya fokus lah ya untuk bisa memberikan yang terbaik di musim debutnya di ajang Moto3 musim ini,” imbuh Hendry.

2. Adu Strategi di Moto3 Italia 2026

Veda Ega Pratama. (Foto: Instagram/veda_54)

Kendati hubungan personal mereka berjalan normal, atmosfer kompetitif yang tidak kenal kompromi tetap tersaji nyata begitu mereka di lintasan. Pembuktian tersebut kembali terjadi dalam balapan sengit Moto3 Italia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Mugello, Scarperia e San Piero, Minggu 31 Mei 2026 sore WIB.

Dalam balapan sengit itu, Veda harus puas menyentuh garis finis di posisi ke-8 usai start dari posisi ke-13. Di pihak lain, Hakim Danish berhasil mengamankan podium ketiga, tepat di belakang pemenang balapan Brian Uriarte dan Alvaro Carpe yang finis kedua.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya