BORGO PANIGALE - Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, dikabarkan menyisipkan permintaan yang tidak biasa dalam draf perpanjangan kontraknya bersama pabrikan Italia tersebut. Pembalap berjuluk The Baby Alien ini dilaporkan menuntut adanya opsi untuk pensiun dari MotoGP lebih cepat tanpa harus membayar denda atau penalti finansial kepada pihak manajemen.
Kontrak Marquez bersama Ducati memang akan berakhir pada penghujung musim ini. Meski begitu, Ducati masih berharap bisa mempertahankan juara dunia MotoGP tersebut untuk beberapa musim ke depan.
Dikutip dari Motogpnews, Marquez dikabarkan telah setuju menandatangani kontrak baru berdurasi hingga musim 2028. Namun, Ducati belum akan mengumumkan kesepakatan itu sebelum adanya perjanjian komersial kolektif baru di MotoGP.
Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah klausul kontrak 1+1 tahun yang diminta Marquez. Klausul tersebut memberi peluang bagi The Baby Alien -julukan Marc Marquez- untuk hengkang dari Ducati atau bahkan pensiun pada akhir musim 2027.
Keputusan itu disebut berkaitan dengan performa motor Ducati pada regulasi mesin 850cc yang akan mulai digunakan. Jika motor tidak kompetitif atau dirinya tidak lagi mampu bersaing memperebutkan kemenangan dan gelar juara, Marquez ingin memiliki kebebasan menentukan masa depannya.
Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, menilai Marquez mulai memikirkan kemungkinan pensiun lebih serius. Menurut Pernat, tekanan dan kesibukan yang terus datang membuat Marquez kelelahan secara mental.
"Saya pikir Marc benar-benar mulai berpikir untuk berhenti. Juga, karena banyaknya komitmen, dan tidak punya waktu sedetik pun untuk bernapas," kata Pernat dikutip dari Motogpnews, Senin (25/5/2026).
Pernat juga menilai perjalanan karier Marquez selama beberapa tahun terakhir sangat berat. Cedera panjang hingga berbagai insiden di lintasan dianggap memberikan dampak besar terhadap kondisi sang pembalap.
"Teman-teman, orang ini telah melihat neraka, melewati semua yang ada untuk dibakar dan berhasil terbang ke surge (pernah terpuruk hingga bangkit dan sukses lagi)," ujar Pernat.
Performa Marquez memang belum sepenuhnya stabil setelah mengalami kecelakaan di MotoGP Mandalika 2025. Pada musim ini, rider asal Spanyol itu juga masih kesulitan kembali ke level terbaiknya.
Situasi semakin berat setelah Marquez mengalami insiden pada sprint race MotoGP Prancis 2026. Kecelakaan tersebut membuatnya mengalami patah tulang metatarsal di kaki kanan dan harus absen dalam beberapa seri balapan.
Pernat menilai klausul tanpa penalti itu menjadi bentuk antisipasi Marquez terhadap kondisi masa depannya. Meski masih dianggap sebagai salah satu pembalap terbaik, Marquez disebut tidak ingin memaksakan diri jika sudah tidak mampu bersaing di level tertinggi.
"Dalam kontrak dua tahunnya dengan Ducati, dia tampaknya secara khusus meminta agar tidak ada penalti jika dia memutuskan untuk berhenti. Dia akan ingin mencoba karena dia tahu bahwa dengan peraturan baru, pembalap akan lebih diperhitungkan, dan dia masih yang terkuat dari semuanya," tutur Pernat.
"Tetapi jika dia menyadari bahwa dia tidak bisa berjuang untuk menang, saya pikir dia akan mengatakan cukup. Jika dia terus seperti ini, dia mungkin akan sangat kesal sehingga dia akan lelah, bahkan sebelum dia mencoba. Bahkan pada hari Minggu, melihat saudaramu menabrak tembok seperti itu pasti membuatmu berpikir lebih dalam," tutupnya.
(Rivan Nasri Rachman)