BARCELONA — Finis ketujuh di Moto3 Catalunya 2026 seharusnya jadi kabar baik bagi Hakim Danish Ramli. Itu adalah hasil terbaik pembalap Malaysia berusia 19 tahun itu sepanjang musim ini, sekaligus momen pertama ia berhasil finis di depan rivalnya dari Indonesia, Veda Ega Pratama.
Namun yang terlihat adalah Hakim Danish justru keluar dari sirkuit dengan kepala tertunduk — dan alasannya sangat jelas: ia hampir meraih podium pertamanya di Moto3, dan itu lolos di lap terakhir akibat satu kesalahan kecil yang ia sesali sepenuhnya.
Di sesi latihan bebas (practice) Moto3 Catalunya 2026, pembalap kelahiran Terengganu itu tampil luar biasa — ia bahkan menjadi satu-satunya pembalap yang mampu menembus waktu 1 menit 46 detik, dengan catatan terbaik 1 menit 46,943 detik.
Penampilan itu langsung membuat fans Malaysia bergairah. Hakim Danish seolah membawa sinyal kuat bahwa podium perdana musim ini ada di depan mata. Kepercayaan dirinya pun terbawa ke hari balapan.
Pengalaman pahit di Moto3 Prancis sebelumnya sudah mengajarkan hal itu, di mana ia tampil cepat di sesi latihan tapi hanya finis ke-10 karena masalah pengaturan motor di kondisi lintasan basah.
Hakim Danish memulai balapan dari grid ke-10. Bukan posisi ideal, namun itu tidak menyurutkan langkahnya. Sejak lampu start padam, ia langsung agresif menerobos ke posisi lima besar, menunjukkan performa yang menjanjikan.
Persaingan sengit langsung tersaji dari awal. David Munoz, David Almansa, Adrian Fernandez, dan Brian Uriarte menjadi pembalap-pembalap yang paling keras memperebutkan posisi terdepan.