MOTOR motogp tidak pakai kaca spion menarik untuk diulas Okezone. Motor konvensional dengan motor motogp sekilas tidak ada perbedaan. Keduanya sama-sama memiliki dua roda, rem, dan bodi aerodinamis. Hal yang paling mencolok adalah kaca spion.
Yuk, kita bahas mendalam apa saja faktor yang mempengaruhi kenapa motor motogp tidak pakai kaca spion.
Teka-teki tidak adanya kaca spion di MotoGP adalah justru demi alasan keselamatan itu sendiri. Kaca spion berpotensi patah dan pecah, menjadi proyektil kecil yang tidak hanya membahayakan pembalap yang jatuh, tetapi juga pembalap lain di sekitarnya.
Kaca spion juga dapat menyebabkan masalah ketika pengendara melakukan kontak satu sama lain. Kaca spion bisa menjadi puing-puing di trek. Tak sedikit insiden dalam balapan di mana winglet aerodinamis telah terlepas dari motor ketika pengendara tidak dapat menghindari kontak.
Pantulan cahaya dari kaca spion juga bisa mengganggu penglihatan pembalap, terutama saat motor melaju di bawah sinar matahari langsung atau di bawah pencahayaan sirkuit.
Lantas, bagaimana para pembalap tahu ada lawan yang sedang mendekat dari belakang? Masing-masing tim menyediakan informasi penting balapan seperti jarak waktu, jumlah lap tersisa, hingga siapa lawan di belakang melalui papan informasi yang dipajang di dinding jalur pit lane.
Tak hanya itu, pembalap juga menerima informasi penting tertentu melalui dasbor digital pada motor. Dan yang tak kalah penting adalah insting balap dan keterampilan yang diasah dari waktu ke waktu.
Menurut beberapa pembalap, cara mereka mengetahui ada motor lain di sekitarnya adalah melalui suara. Suara yang dihasilkan cukup keras hingga dapat menembus helm fitting yang dipakai pembalap.
Tidak adanya kaca spion di motor MotoGP bukan sebuah kelalaian desain, melainkan keputusan yang sudah diperhitungkan matang dari berbagai sisi keselamatan, aerodinamika, efisiensi bobot, posisi tubuh pembalap, dan regulasi resmi.
(Dian AF)