JAKARTA – Kabid Binpres PBSI, Eng Hian, menyebut psikologis jadi penyebab Tim Bulu Tangkis Indonesia jeblok di Piala Thomas 2026. Hal itu akan jadi bahan evaluasi buatnya.
Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan Piala Thomas gagal menembus fase gugur. Padahal, tim itu ditargetkan mencapai final.
Eng mengatakan para atlet sempat mengalami ketegangan dalam beberapa situasi di lapangan. Contohnya Alwi Farhan yang rerata detak jantungnya di atas 200 bpm saat tanding.
"Ini faktor manusia yang tidak bisa diukur pakai angka. Seorang Alwi Farhan itu kami bisa mendata detak jantungnya dia itu di atas 200 bpm," tambah Koh Didi –sapaan akrabnya.