FLORIDA – Balapan di Formula One (F1) GP Miami 2026 menyisakan tensi tinggi antara dua mantan rekan satu tim, Max Verstappen dan Carlos Sainz Jr. Meski berhasil finis di posisi kelima, Verstappen harus melewati perjuangan keras di papan tengah yang ia sebut sebagai ‘hutan’ karena sangat kacau setelah sempat tergelincir di lap pembuka.
Insiden dimulai saat Verstappen, yang sedang berupaya memperbaiki posisi, melakukan manuver agresif terhadap Sainz di Tikungan 17. Pembalap Red Bull Racing tersebut melakukan late braking dari sisi dalam yang memaksa Sainz melebar.
Melalui radio tim, pembalap Williams tersebut meluapkan kekesalannya dengan menyebut Verstappen berbuat semena-mena karena merasa lebih superior di lini tengah.
Sainz bahkan melabeli gaya balap Verstappen sebagai tindakan ambang batas saat berbicara kepada media pasca-balap. Menanggapi hal tersebut, sang juara dunia empat kali itu tampak santai.
"Saya tidak tahu. Di lini tengah itu sedikit mirip hutan (agak kacau), jadi saya tidak tahu harus bilang apa," ujar pembalap asal Belanda tersebut, merujuk pada ketatnya persaingan di posisi medioker, melansir dari Crash, Kamis (7/5/2026).
Perjalanan Verstappen di Miami tidak berhenti di situ. Di lap terakhir, ia terlibat kontak dengan George Russell yang mengakibatkan kerusakan pada sayap depan mobil pembalap Mercedes AMG Petronsa tersebut.