Final Piala Thomas 2026: Duel Shi Yu Qi vs Christo Popov Jadi Penentu Siapa yang Bakal Juara!

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Minggu 03 Mei 2026 12:57 WIB
Tunggal putra asal China, Shi Yu Qi. (Foto: BWF)
Share :

HORSENS – Legenda bulu tangkis Malaysia, Datuk Rashid Sidek, memberikan pandangan tajam menjelang laga final Piala Thomas 2026 antara China vs Prancis di Horsens, Denmark, pada Minggu (3/5/2026) malam WIB. Menurutnya, partai tunggal pertama yang mempertemukan Shi Yu Qi dan Christo Popov bukan sekadar pembukaan, melainkan medan pertempuran krusial yang akan menentukan arah momentum keseluruhan tim menuju tangga juara.

Duel antara peringkat satu dunia (Shi Yu Qi) melawan peringkat empat dunia (Christo Popov) ini diprediksi akan berlangsung sengit. Rashid menekankan siapa pun yang berhasil mencuri poin pertama akan memiliki kendali psikologis yang besar atas jalannya pertandingan.

1. Shi Yu Qi vs Christo Popov

Perjalanan Shi Yu Qi di turnamen ini tidak sepenuhnya mulus setelah sempat dihantam penyakit gastroenteritis akut saat fase grup. Namun, sang raja bulu tangkis dunia telah membuktikan ketangguhannya di fase gugur.

Setelah melewati duel fisik yang melelahkan melawan Leong Jun Hao (Malaysia) di perempatfinal, Yu Qi menunjukkan performa menakutkan saat menghancurkan jagoan tuan rumah, Anders Antonsen, di semifinal dengan skor telak 21-16, 21-5.

Christo Popov dan Toma Junior Popov

Di sisi lain, Christo Popov bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Meski kalah secara rekor pertemuan (2-4), pemain andalan Prancis ini memegang modal berharga berupa kemenangan di pertemuan terakhir mereka pada World Tour Finals Desember lalu.

Saat itu, Popov menang meyakinkan dengan skor 21-19 dan 21-9, sebuah bukti bahwa ia memiliki kapasitas untuk menjungkirbalikkan prediksi di panggung besar.

 

2. Pertaruhan Strategi

Rashid Sidek menjelaskan kemenangan di partai pertama akan memberikan dampak yang berbeda bagi kedua negara. Jika Yu Qi menang, China berada di atas angin karena mereka memiliki kedalaman skuad yang luar biasa, terutama di sektor ganda yang menjadi lumbung poin utama mereka.

Sebaliknya, bagi Prancis, poin dari tunggal pertama adalah harga mati untuk menjaga asa.

"Tunggal pertama sangat penting karena menentukan arah pertandingan. Jika Yu Qi menang, peluang China sangat tinggi,” kata Rashid Sidek, melansir dari media Malaysia, New Straits Times, Minggu (3/5/2026).

Shi Yu Qi beraksi di Indonesia Open 2024 (Foto: PBSI)

“Namun bagi Prancis, jika mereka memenangkan partai pembuka, seluruh dinamika akan berubah. Itu akan memberi mereka kepercayaan diri dan energi karena mereka lebih mengandalkan sektor tunggal," imbuhnya.

Meskipun China tetap diunggulkan di atas kertas karena faktor kedalaman tim, Rashid mengingatkan bahwa hasil di partai pembuka ini akan menentukan apakah Prancis mampu memberikan tekanan berkelanjutan atau justru terpaksa dalam posisi mengejar sejak awal hingga akhir laga.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya