Rashid Sidek menjelaskan kemenangan di partai pertama akan memberikan dampak yang berbeda bagi kedua negara. Jika Yu Qi menang, China berada di atas angin karena mereka memiliki kedalaman skuad yang luar biasa, terutama di sektor ganda yang menjadi lumbung poin utama mereka.
Sebaliknya, bagi Prancis, poin dari tunggal pertama adalah harga mati untuk menjaga asa.
"Tunggal pertama sangat penting karena menentukan arah pertandingan. Jika Yu Qi menang, peluang China sangat tinggi,” kata Rashid Sidek, melansir dari media Malaysia, New Straits Times, Minggu (3/5/2026).
“Namun bagi Prancis, jika mereka memenangkan partai pembuka, seluruh dinamika akan berubah. Itu akan memberi mereka kepercayaan diri dan energi karena mereka lebih mengandalkan sektor tunggal," imbuhnya.
Meskipun China tetap diunggulkan di atas kertas karena faktor kedalaman tim, Rashid mengingatkan bahwa hasil di partai pembuka ini akan menentukan apakah Prancis mampu memberikan tekanan berkelanjutan atau justru terpaksa dalam posisi mengejar sejak awal hingga akhir laga.
(Rivan Nasri Rachman)