JEREZ – Pembalap Tim Red Bull KTM, Pedro Acosta membeberkan rahasia penampilan apiknya di awal MotoGP 2026. Menurut Acosta, lonjakan performanya bukan soal tenaga mesin semata, melainkan evolusi motor KTM RC16 yang kini terasa jauh lebih menyatu dengan gaya balapnya.
Berbeda dengan MotoGP 2025 di mana Acosta sering terjatuh saat mencoba mencari limit motor, tahun ini rider asal Spanyol itu tampil lebih tenang namun mematikan. Perubahan drastis ini diakuinya sebagai hasil dari permintaan spesifik kepada tim teknis KTM selama musim dingin.
Loncatan besar performa Acosta dimulai dari tes musim dingin antara Valencia dan Sepang. Fokus utamanya bukan meminta motor yang lebih kencang untuk satu putaran kualifikasi, melainkan motor yang memberikan kepercayaan diri dalam durasi balapan panjang.
Hasilnya terlihat jelas, dari tiga seri pembuka MotoGP 2026, Acosta sudah mengantongi dua podium dan tampil dominan dibandingkan penunggang KTM lainnya.
"Saya meminta hal-hal yang sangat jelas, bukan untuk melaju lebih cepat, tetapi agar lebih nyaman dan menghindari kecelakaan," ujar Acosta, mengutip dari Crash, Sabtu (25/4/2026).
"Sekarang, dalam balapan 27 lap, saya bisa menekan di 24 lap dan sisanya tinggal bertahan. Ini memberi saya kecepatan lebih, kepercayaan diri, dan saya membuat lebih sedikit kesalahan. Ya, sangat mungkin motor ini memang lebih didesain untuk saya,” tambahnya.
Strategi ini terbukti ampuh. Saat rekan-rekan setimnya di KTM terpuruk di barisan belakang pada MotoGP Brasil 2026, Acosta tetap mampu menembus kualifikasi 2 dan konsisten finis di posisi 10 besar, menunjukkan bahwa RC16 versi 2026 memiliki basis yang jauh lebih stabil di tangannya.
Meski peluang gelar juara dunia tahun ini masih menantang, Acosta melihat KTM sedang berada di jalur yang benar untuk menutup celah dengan Aprilia dan pabrikan lainnya. Menjelang tes pasca-balap di Jerez hari Senin mendatang, pembalap pabrikan KTM ini mengonfirmasi akan adanya pembaruan komponen yang sudah lama dinantikan.
Fokus pengembangan saat ini bukan lagi soal memangkas defisit waktu yang besar, melainkan mencari detail-detail kecil yang krusial. Acosta mencatat bahwa perbedaan mereka dengan barisan depan kini sangat tipis, namun akumulasinya dalam satu balapan penuh tetap menjadi penentu kemenangan.
"Sejujurnya, kami tidak lagi tertinggal setengah detik seperti tahun lalu. Kami hanya kurang sekitar 0,15 hingga 0,2 detik. Namun, setelah 27 lap, selisih itu menjadi perbedaan yang sangat besar. Kami harus menutup celah itu sedikit demi sedikit," tutup Acosta.
Evolusi RC16 ini menjadi sinyal kuat bahwa KTM telah menemukan poros baru pengembangan mereka pada diri Pedro Acosta, tepat sebelum era mesin 1.000cc berakhir di penghujung musim ini.
(Rivan Nasri Rachman)