"Orang-orang sudah tahu siapa Marc Marquez. Lebih dari sekadar gugup, tekanan yang saya rasakan adalah ketidakpastian apakah saya akan mampu melaju cepat dengan motor itu atau tidak," imbuh pria berusia 33 tahun itu.
Marquez bahkan mendapat kritik keras dari para teknisi Ducati. Kendati demikian, juara dunia MotoGP tujuh kali itu tampil cukup baik pada musim pertamanya di luar Honda dan mendapat 'promosi' ke tim pabrikan Ducati Lenovo pada musim berikutnya.
“Saya terus bertanya apakah saya bisa mengendarai Ducati, dan para insinyur mengatakan saya bodoh," ungkap Marquez.
Di tim pabrikan Ducati Lenovo, Marquez berhasil membuktikan keraguan. Ia mengunci 11 kemenangan balapan utama, dan berhasil merengkuh gelar MotoGP ketujuh pada 2025.
(Wikanto Arungbudoyo)