Identitas sebagai Raja Piala Thomas ini menjadi modal kepercayaan diri bagi Fajar Alfian dan kawan-kawan, meskipun mereka harus waspada di Grup D karena harus bersaing dengan lawan tangguh seperti Thailand dan Prancis untuk mengamankan tiket perempatfinal.
Setelah terakhir kali mencicipi juara pada edisi 2020, Indonesia seolah mengalami kutukan di partai puncak. Dalam dua edisi terakhir, skuad Garuda selalu berhasil menembus final namun harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari India (2022) dan China (2024).
Kegagalan beruntun ini menjadi bahan bakar motivasi ekstra bagi para pemain untuk tidak membiarkan trofi jatuh ke tangan lawan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Denmark memiliki memori indah bagi bulu tangkis Indonesia. Pada tahun 2020 (yang digelar 2021) di Aarhus, Denmark, Indonesia berhasil mengakhiri puasa gelar selama 18 tahun.
Kini, turnamen kembali digelar di negara yang sama, tepatnya di kota Horsens. Harapannya, magis Denmark kembali menaungi tim Indonesia untuk mengulang kejayaan serupa dan membawa pulang Piala Thomas ke Tanah Air.
(Rivan Nasri Rachman)