PELATIH Malut United, Hendri Susilo, mengungkap penyebab timnya kalah 1-4 dari Bali United dalam lanjutan pekan ke-28 Super League 2025-2026 yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu 19 April 2026 malam WIB. Ia mengatakan, keputusan wasit yang salah menjadi salah satu penyebab Malut United dihajar Bali United.
“Pertandingan yang berkelas, tapi kami menjadi korban ketidakadilan malam ini,” kata Hendri Susilo dalam konferensi pers pascalaga.
Malut United selaku tim tamu mampu memberikan perlawanan sengit kepada tuan rumah Bali United yang juga memberikan sejumlah serangan berbahaya. Daya ledak pemain muda Laskar Kie Raha, Taufik Rustam, sempat menghasilkan kemungkinan penalti ketika laga baru berjalan dua menit. Namun, wasit menganulir keputusan penalti setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR).
Sepanjang babak pertama, Malut United bermain efektif dengan melancarkan dua shots on target dari dua percobaan tembakan. Gustavo Franca dan kawan-kawan pun berhasil membuka keunggulan lewat penyelesaian akhir Ciro Alves yang memanfaatkan assist Taufik Rustam pada menit ke-32.
Bali United kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-40 lewat eksekusi penalti Teppei Yachida. Serdadu Tridatu tercatat melancarkan 6 tembakan dan 2 shots on target pada paruh pertama.
Di babak kedua, Malut United tampil menekan dengan 5 percobaan tembakan hingga menit ke-61. Namun, tim tuan rumah justru membalikkan keadaan berkat gol Joao Ferrari pada menit ke-63.
Sebelum itu, Wbeymar Angulo dianggap melakukan pelanggaran yang disambut protes dari pemain Malut United lainnya. Kubu Laskar Kie Raha menilai Angulo merebut bola dengan bersih, tapi sang pengadil lapangan menyatakan pelanggaran.
Tendangan bebas dari hasil pelanggaran itulah yang kemudian berbuah gol kedua bagi Bali United. Kemudian, tim tuan rumah memanfaatkan momentum dengan mencetak dua gol tambahan dari Boris Kopitovic (67’) dan Thijmen Goppel (77’).
Malut United yang tertinggal 1-4 terus berjuang menciptakan gol balasan. Total, skuad asuhan Hendri Susilo melancarkan 9 tembakan dan 4 shots on target pada babak kedua.
Laskar Kie Raha pun kembali mendapatkan potensi penalti setelah tangan pemain Bali United menyentuh bola di kotak terlarang. Akan tetapi, wasit memutuskan tidak ada handball setelah meninjau VAR.