MANAJER Umum Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, tidak kaget dengan keberhasilan Marco Bezzecchi memenangi MotoGP Thailand 2026. Menurutnya, daya saing Aprilia Racing memang tidak mengejutkan.
Rentetan podium Ducati dalam 88 balapan beruntun sejak MotoGP 2021 akhirnya terhenti. Bezzecchi jadi pemenang di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, diikuti Pedro Acosta (KTM) dan Raul Fernandez (Aprilia).
Dall’Igna mengatakan persaingan dalam setiap seri MotoGP pastinya akan berjalan dengan sangat ketat. Hal itu pun memberikan tantangan buat timnya yang berstatus juara bertahan.
"Selamat kepada para rival kami, yang pantas menang. Daya saing mereka bukanlah hal yang mengejutkan,” kata Dall’Igna dilansir dari Motosan, Jumat (6/3/2026).
"Jelas, kami harus bekerja keras untuk mencegah hal ini berlanjut. Ini berarti kami harus segera menutup kesenjangan tersebut," Dall’Igna.
"Kami menyadari hal ini dan kami tidak akan panik. Ini adalah siklus alami; penurunan performa dapat terjadi, terutama setelah periode kesuksesan yang berkelanjutan begitu lama," tambah mantan teknisi Aprilia Racing itu.
Dall’Igna mengatakan Ducati sudah mengantongi sederet catatan dari MotoGP Thailand 2026. Jadi, pabrikan asal Bologna itu akan melakukan evaluasi secara terperinci selagi masih awal musim.
"Sekarang upaya kami difokuskan pada analisis data dan pengenalan peningkatan pengaturan untuk balapan mendatang. Itu untuk memastikan daya saing yang lebih besar bagi para pembalap kami,” janji Dall’Igna.
“Tentu masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi kami sangat menyadari ini baru balapan pertama tahun ini," tandasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)