Momen paling ikonik terjadi di Malmo, Swedia pada 1977. Dalam partai final All Indonesian Final, Tjun Tjun/Johan Wahjudi berhasil mengandaskan perlawanan Christian Hadinata/Ade Chandra dengan skor telak 15-6 dan 15-4.
Kemenangan tersebut menjadikan mereka sebagai ganda putra pertama Indonesia yang menggenggam titel juara dunia. Pada edisi tersebut, Indonesia benar-benar mendominasi dengan raihan emas, perak, serta perunggu dari Iie Sumirat di sektor tunggal putra.
Namun, setiap masa kejayaan pasti menemui pengujung. Ambisi mereka untuk meraih gelar All England ketujuh kalinya kandas di tangan junior mereka, Kartono/Rudy Heryanto, pada final tahun 1981.
Setahun berselang, tepatnya pada 1982, duet ini memutuskan untuk meninggalkan Pelatnas. Perpisahan mereka diwarnai dengan kekecewaan mendalam yang sulit diungkapkan ke publik, sebuah rasa sakit yang membuat kedua legenda ini perlahan menarik diri dari hiruk-pikuk dunia bulu tangkis nasional setelah gantung raket.
(Rivan Nasri Rachman)