BURIRAM – Pembalap Tim Aprilia Racing, Marco Bezzecchi membuktikan mentalitas juaranya di seri pembuka MotoGP 2026. Setelah melewati hari Sabtu yang penuh bencana dengan tiga kali insiden jatuh, Bezzecchi berhasil melakukan reset sempurna untuk memenangi balapan utama MotoGP Thailand 2026 pada Minggu 1 Maret 2026.
Kemenangan di Sirkuit Buriram. Thailand tersebut bukan sekadar raihan poin, melainkan catatan sejarah sebagai pembalap Aprilia pertama yang memenangi tiga Grand Prix kelas utama secara beruntun.
Perjalanan Bezzecchi di Thailand bagaikan roller coaster. Meski meraih pole position, ia mengalami kecelakaan fatal saat memimpin di sesi Sprint.
Bezzecchi mengakui rentetan kesalahan tersebut sempat menggerus kepercayaan dirinya. Ia merasa terlalu gugup dan memaksakan motor melampaui batas, terutama saat mencoba memotong tikungan terlalu tajam yang berujung pada jatuhnya ia di sesi sprint race.
Namun, di balapan utama, Bezzecchi tampil jauh lebih tenang dan kalkulatif. Ia memimpin sejak start hingga garis finis tanpa melakukan satu pun kesalahan fatal.
"Setelah hari kemarin (Sabtu), sangat penting untuk mengatur ulang pikiran dan bangkit di balapan utama," ungkap Bezzecchi, dilansir dari Crash, Senin (2/3/2026).
Strateginya untuk membangun jarak di awal balapan terbukti jitu, memberikan ruang baginya untuk mengelola kondisi ban yang sangat kritis.
“Saya tahu kecepatan saya bagus, jadi jika saya bisa memulai dengan baik dan tetap sedikit lebih tenang, mungkin untuk membangun sedikit jarak di awal. Kemudian saya mampu mengelola jarak itu,” tambahnya.
Selain rival di lintasan, tantangan terbesar Bezzecchi adalah tingkat keausan ban yang disebutnya berada dalam level kritis. Di tengah rontoknya beberapa rival, termasuk juara bertahan Marc Marquez yang harus keluar balapan karena masalah ban, Bezzecchi justru mampu menjaga performa RS-GP miliknya tetap stabil.
Keberhasilan ini juga menunjukkan keperkasaan Aprilia yang menempatkan empat pembalapnya di jajaran lima besar. Meski kini berada di posisi kedua klasemen sementara, hanya terpaut tujuh poin dari Pedro Acosta, Bezzecchi tetap membumi.
Bezzecchi mengingatkan timnya untuk tidak jemawa karena musim baru saja dimulai. Kini, dengan semangat yang meluap, ia menatap seri berikutnya dengan penuh antusias.
“Kita tahu bahwa kita akan kesulitan di beberapa titik. Itu normal. Semua orang mengalaminya. Jadi mari kita hadapi balapan demi balapan, mencoba untuk tetap dengan suasana hati yang sangat positif ini,” sambung Bezzechi.
"Saya tidak sabar untuk pergi ke Brasil dengan vibe Brasil yang khas! Saya sudah bertanya pada Franky (Morbidelli) tentang musik dan segalanya di sana sejak musim panas lalu," pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)