Kisah Mia Audina, si Anak Ajaib Penentu Piala Uber untuk Indonesia yang Memilih Membela Belanda

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Selasa 17 Februari 2026 20:05 WIB
Mantan tunggal putri Indonesia, Mia Audina. (Foto: PB Djarum)
Share :

DUNIA bulu tangkis Indonesia pernah memiliki permata yang bersinar di usia yang sangat belia. Mia Audina adalah nama yang tak mungkin dilupakan oleh para pencinta olahraga tepok bulu Tanah Air.

Menjadi tumpuan sejak remaja, Mia mencatatkan sejarah luar biasa sebagai penentu kemenangan Indonesia atas China di final Piala Uber 1994. Kala itu, ia baru menginjak usia 14 tahun, namun mental bajanya sudah mampu mengguncang panggung dunia.

Prestasi Mia terus meroket dengan membawa pulang medali perak Olimpiade Atlanta 1996 di usia 17 tahun, disusul medali emas SEA Games 1997 dan kembali menjuarai Piala Uber 1996. Namun, di tengah puncak karier yang gemilang, sebuah keputusan besar diambil yang mengubah arah hidupnya selamanya: ia memilih untuk berpindah kewarganegaraan menjadi warga negara Belanda.

1. Duka Kehilangan Ibu di Balik Keputusan Pindah

Banyak yang mengira kepindahan Mia Audina ke Negeri Kincir Angin pada tahun 1999 semata-mata karena mengikuti sang suami, Tylio Lobman. Namun, melalui wawancara bersama PB Djarum, terungkap fakta yang lebih menyentuh. Mia mengaku kehilangan motivasi bermain setelah ibunda tercinta meninggal dunia.

Bagi Mia, sang ibu adalah sosok di balik semangat juangnya selama ini. Di usia yang masih 19 tahun, ia merasa butuh lingkungan baru untuk bisa bangkit dari duka mendalam.

Mia Audina PB Djarum

“Bukan karena ikut suami ya, banyak kurang lebihnya seperti itu. Tetapi, banyak cerita di belakang itu. Salah satu alasannya karena mama saya meninggal,” kata Mia Audina, dikutip dari PB Djarum, Selasa (17/2/2026).

“Saya selalu main buat mami yang sudah sakit beberapa tahun lalu... Begitu mami sudah tidak ada, saya harus punya sesuatu yang baru, lingkungan baru. Semuanya untuk bisa maju terus,” tambahnya.

 

Keputusan tersebut membuatnya mundur dari Pelatnas PBSI dan resmi menyandang status warga negara Belanda pada tahun 2001.

2. Meraih Medali di Bawah Bendera Belanda

Meski tidak lagi berseragam Merah Putih, kualitas Mia Audina sebagai salah satu pemain tunggal putri terbaik dunia tidak lantas meredup. Ia membuktikan bahwa bakatnya tetap mampu berbicara banyak di level internasional bersama tim bulu tangkis Belanda.

Mia Audina

Prestasi Mia di bawah bendera Belanda terbilang mentereng. Ia sukses mengawinkan gelar juara Eropa di nomor tunggal dan ganda putri pada tahun 2004.

Pencapaian yang paling fenomenal adalah saat Mia kembali merengkuh medali perak di Olimpiade Athena 2004, sebuah pembuktian bahwa ia tetap menjadi "monster" yang ditakuti di lapangan meskipun telah berpindah negara. Sepanjang kariernya, Mia adalah simbol kegigihan yang mampu sukses di dua dunia berbeda.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya