Presiden BWF, Khunying Patama Leeswadtrakul, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan langkah strategis untuk menjaga relevansi bulu tangkis di masa depan. Dia menekankan bahwa perubahan bukan sekadar soal turnamen, melainkan fondasi identitas olahraga tersebut.
"Kami tidak hanya membentuk serangkaian turnamen, kami membentuk budaya, identitas, dan peluang. Bulu tangkis harus imersif, cerdas, dan tak terlupakan," tegas Leeswadtrakul dikutip dari laman resmi BWF, Senin (9/2/2026).
Untuk periode 2027-2030, daftar tuan rumah juga telah ditetapkan di setiap level turnamen. Super 1000 akan digelar di Tiongkok, Denmark, Inggris, Indonesia, dan Malaysia, sementara level lain tersebar di berbagai negara Asia, Eropa, Amerika, hingga Australia yang mempertegas ekspansi global BWF World Tour.
Super 1000: China, Denmark, Inggris, Indonesia, Malaysia.
Super 750: China, Prancis, Hong Kong, India, Jepang.
Super 500: Australia, Jerman, Finlandia, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Thailand.
Super 300: Kanada, Taiwan, Prancis, Jerman, Makau, Swiss, Thailand, Amerika Serikat.
Super 100: China, Taiwan, India, Indonesia, Malaysia, Belanda, Filipina, Vietnam.
(Rivan Nasri Rachman)