JAKARTA - Christopher Rungkat/Justin Barki merasa senang usai mengunci kemenangan Tim Tenis Indonesia atas Tim Tenis Togo 3-0 di Playoff Piala Davis 2026. Mereka mengakui adanya suporter menambah motivasi.
Christopher/Justin berhasil mengalahkan duet Kwami Stanislas Dussey/Kadanga Kili, dalam dua set langsung dengan skor 6-0 dan 7-5. Laga itu digelar di Stadion Tenis Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (8/2/2026) siang WIB.
Kemenangan ini sangat berarti bagi Christopher dan Justin. Selain memastikan Indonesia bertahan di Grup II Dunia Piala Davis, Tim Merah Putih juga berhasil mengobati kerinduan menang di Stadion Tenis GBK.
Christopher mengaku rindu menang di arena tersebut mengingat terakhir kali Indonesia menjadi tuan rumah Piala Davis pada 2022. Kemenangan ini semakin berarti karena disaksikan ratusan suporter yang rela menunggu meski laga sempat tertunda karena hujan.
"Kembali bermain di GBK setelah empat tahun, saya merasa sangat semangat, senang bisa bermain sebagai tuan rumah lagi. Dan ya, momentum kemenangan ini kami coba lanjutkan terus ke ronde berikutnya," ujar Christopher kepada awak media, termasuk Okezone, Minggu (8/2/2026).
Menurut pria berusia 36 tahun itu, kehadiran para suporter membuat dirinya tampil lebih percaya diri. Dukungan langsung dari mereka sangat berarti untuk mendongkrak motivasi saat bermain.
"Oh ya, pasti ekspektasi pasti tinggi kan, karena juga suporter kan pasti ingin kami menang. Enggak cuma suporter, pencinta tenis tanah air, dan juga dari PP PELTI, dari ada Kemenpora juga, mereka kan pasti secara enggak langsung punya ekspektasi kami untuk menang," tutur Christo.
"Jadi kalau saya sendiri dan Justin, kami sudah sering bermain sebagai tuan rumah di Jakarta, jadi kalau untuk saya pribadi, saya senang dengan dukungan tuan rumah dan itu yang membuat saya termotivasi lebih jauh lagi,” sambungnya.
“Dan buat saya senang ya, mungkin dari semua rekan tim juga pasti senang dan lebih sangat termotivasi untuk bermain di sini," tandas Christo.
Justin merasakan hal yang sama. Walau sempat kewalahan di set kedua, mereka berhasil bangkit karena skema permainan yang apik dan dukungan kuat dari suporter yang hadir di arena tersebut.
"Kalau dari saya memang tadi pertandingan cukup tricky ya sebenarnya. Memang di awal set pertama itu kami cukup mendominasi, memang saya dan Christo mainnya sangat solid. Tapi inilah ganda, jadi segalanya bisa terjadi," jelas Justin.
"Memang di awal kami sedikit kendor, tapi kami terus berjuang untuk bisa kunci di set kedua. Dan Puji Tuhan kerja sama kami, karena sudah sering main ya, jadi kami saling percaya untuk di ganda seperti itu," pungkasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)