KISAH pelatih kontroversial China Ferguso yang terpesona dengan kecepatan Hendra Setiawan menarik untuk diulas. Sebab, jarang-jarang ada pemain sepertinya!
Hendra Setiawan memang sudah pensiun sejak Januari 2025. Namun, pria asal Jawa Tengah it uterus jadi perbincangan karena kehebatannya semasa aktif bermain.
Salah satu yang cukup terekam dalam ingatan adalah kecepatannya di usia senja. Ia pernah menunjukkan kepiawaian itu saat berhadapan dengan Liang Wei Keng/Wang Chang di semifinal Malaysia Masters 2022.
Beberapa kali, kecepatan Hendra di depan net membuat wakil China itu tidak dapat berkutik. Terang saja, pelatih Liang/Wang, Chen Qi Qiu, terkejut. Betapa tidak, saat itu sang pebulu tangkis sudah berusia 37 tahun.
Pelatih yang akrab disapa Ferguso itu seakan tidak percaya dengan kecepatan tangan dan kaki Hendra. Sebab, pemain seusianya biasanya sudah gantung sepatu atau mulai digerogoti fisik.
Kemampuan Hendra memang bukan kaleng-kaleng. Saking hebatnya, pencinta bulu tangkis Indonesia sampai menyebutnya sebagai Dewa Hendra!
Deretan prestasi pernah diraih ayah tiga orang anak itu di lapangan bulu tangkis. Juara dunia dan medali emas Olimpiade (Beijing 2008) masuk dalam lemari koleksinya.
Saat ini, Hendra memang sudah pensiun dari bulu tangkis. Namun, ia langsung banting setir dengan menjadi pelatih untuk Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Berkat polesan Hendra, pasangan non-Pelatnas PBSI itu bisa semakin mengilap. Mereka mampu meraih medali emas SEA Games 2025 di nomor beregu dan individu.
Itulah kisah pelatih kontroversial China Ferguso, akui terpesona dengan kecepatan Hendra Setiawan meski sudah berumur. Patut dinanti seperti apa hasil polesan keduanya di lapangan nanti.
(Wikanto Arungbudoyo)