Beragam prestasi itu tak lantas membuat Tong mendapat keistimewaan. Ia harus berjuang mendapatkan kewarganegaraan Indonesia (WNI) untuk dirinya sendiri, istri, dan anak-anaknya.
Permohonan itu ditolak Pemerintah RI pada 1998. Tong akhirnya kembali ke China. Ia ditunjuk jadi pelatih di sana dan memoles nama-nama tenar seperti Lin Dan hingga Cai Yun.
Di bawah bimbingannya, Lin Dan menjelma sebagai monster tunggal putra! Sementara itu, tunggal putra Indonesia justru mengalami penurunan. Kehilangan besar buat Tanah Air.
Itulah kisah sedih Tong Sin Fu, aset bulu tangkis yang dibuang Indonesia tapi bawa China bersinar. Namanya kini justru harum di Negeri Tirai Bambu.
(Wikanto Arungbudoyo)