"Di game kedua mereka bangkit, mengubah pola dan dari awal kami tertinggal. Di saat genting ini, ia Fajar selalu memberikan semangat, tidak apa belum selesai, masih bisa. Dan akhirnya kami bisa kembali unggul di akhir-akhir dan bisa menyelesaikannya," tuturnya.
Hal senada juga disampaikan Fajar Alfian. Ia mengungkap pentingnya komunikasi dan menjaga mental untuk tidak menyerah selama pertandingan.
"Tadi saya ingat di poin 18-14 ketinggalan, saya selalu berkomunikasi dengan Fikri, selalu memberikan semangat ini belum selesai. Karena pelatih juga terus menyemangati bahwa memang game belum selesai, jangan terlihat gestur tubuh yang menyerah. Kami terus selalu mencoba, pengen yang terbaik, pengen menyusul, dan akhirnya berhasil," ucap Fajar.
Fajar Alfian juga memberikan apresiasi tinggi kepada Fikri. Sebab, tandemnya itu tampil apik di momen-momen krusial game kedua.
"Terima kasih untuk Fikri di momen krusialnya, di poin 18-19 servisnya bisa melintir dan menyusahkan buat lawan," ujarnya.
Fajar Alfian mengungkapkan fokus kepada pengelolaan stamina menjadi salah satu faktor kunci di balik kemenangan mereka. Selain itu juga dirinya menyaksikan video pertandingan saat melawan Rankireddy/Shetty di pertemuan sebelumnya.
"Bila ditanya kenapa hari ini bisa lebih greget mainnya, kalau saya pribadi lebih fokus jaga stamina, bagaimana saya caranya bermain enak. Kalau misalkan kebiasaan istirahat, kebiasaan ada gerak-gerak dulu di pagi hari, rutinitas itu dilakukan terus. Juga saya menonton video pertandingan kami, bagaimana kami pas menang lawan mereka," tutup Fajar Alfian.
(Ramdani Bur)