“Kalau itu bisa, tentunya Raymond/Joaquin pasti bisa, begitu kan. Itu juga kan prosesnya enggak mudah. Karena memang kita ketahui kan untuk proses perubahan itu di multi-event ini butuh waktu lama,” imbuh mantan pemain bulu tangkis itu.
Eng menjelaskan pergantian tersebut bukan karena PBSI tidak memperhitungkan hasil manis Raymond/Joaquin di Australia Open 2025. Melainkan memang murni karena perubahan sudah dilakukan sebelum event tersebut bergulir.
“Sudah, jauh sebelum itu (Australia Open). Kemarin juga masukan itu juga kami terima lah. Tentunya kan kalau masih bisa tentunya akan jadi pertimbangan kami, tapi ternyata sudah tidak bisa,” aku Eng.
“Kami juga sudah melakukan usaha untuk mengubah ya, dan kami juga udah diskusi dengan para pelatih ganda putra pun memang prosesnya seperti ini,” pungkasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)