Gagal Menangi Sprint Race MotoGP Jerman 2024, Francesco Bagnaia Akui Jorge Martin Lebih Cerdas!

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis
Minggu 07 Juli 2024 11:29 WIB
Duel Francesco Bagnaia vs Jorge Martin. (Foto: Reuters)
Share :

SAXONY – Pembalap Tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia mengakui kalah cerdas dengan Jorge Martin di sprint race MotoGP Jerman 2024. Pasalnya karena kalah pintar itu, Bagnaia hanya bisa finis ketiga usai melalui 15 lap, sedangkan rider Pramac Ducati tersebut keluar sebagai pemenangnya

Mentas di Sirkuit Sachsenring, Sabtu (6/7/2024) malam WIB, Pecco -sapaan Bagnaia- memulai sprint dengan sangat apik walau start dari posisi keempat. Dia mampu merebut posisi terdepan di Tikungan 1 dengan menyalip Martin dan Miguel Oliveira.

Sayangnya, pembalap asal Italia itu hanya mampu bertahan beberapa lap saja. Selepas itu Martinator -julukan Martin- kembali ke tempat terdepan dan bahkan Oliveira juga turut melangkahinya di tikungan terakhir saat memasuki lap keempat.

Meski sudah berusaha keras untuk mengejar, Pecco pada akhirnya hanya mampu finis di posisi ketiga di belakang Martin dan Oliveira. Dia berjarak 1,311 detik dari sang jagoan Pramac Ducati, yang sukses menyabet podium pertama di sprint MotoGP Jerman 2024.

Pecco pun menilai dirinya kalah saing dari Martin karena rivalnya itu lebih pintar darinya. Strateginya terlalu defensif sedangkan sang runner up MotoGP 2023 membalap dengan sangat agresif.

“Jorge lebih pintar dari saya hari ini!” kata Bagnaia dilansir dari Speedweek, Minggu (7/7/2024).

“Saya mencoba mengatur cengkeraman ban belakang. Saya merasa ini mungkin pendekatan yang bagus, tapi mungkin itu terlalu berlebihan. Jorge memahami hal itu dan memanfaatkannya segera setelah dia cukup dekat dengan saya dengan lebih memanfaatkan ban belakangnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bagnaia menjelaskan mengapa dirinya memilih strategi yang lebih defensif saat sprint. Namun ternyata, semua perkiraan juara MotoGP dua kali itu salah.

“Saya pikir 15 lap di trek ini akan terasa lama. Itu sebabnya saya ingin menghemat lebih banyak potensi ban untuk akhir balapan, tapi itu sama sekali tidak ada gunanya,” jelas rider berusia 27 tahun itu.

Kendati demikian, Bagnaia optimis menatap balapan utama MotoGP Jerman 2024 yang akan digelar pada Minggu (7/7/2024) pukul 19.00 WIB. Dia yakin strategi yang diterapkannya dalam sprint bakal bekerja dengan baik jika diterapkan di balapan 30 lap nanti.

“Saya pikir strategi untuk sprint race sudah tepat. Bukan untuk lomba lari cepat, tapi untuk Grand Prix!” pungkas rider kelahiran Turin itu.

Kekalahan yang dialaminya dari Martin dalam sprint MotoGP Jerman 2024 membuat Bagnaia kini kembali terpaut 15 poin dari sang rival setelah sebelumnya sudah mendekat dengan jarak 10 angka saja. Oleh karena itu, balapan utama di Sirkuit Sachsenring malam nanti menjadi kesempatan bagi rider tim pabrikan Ducati itu untuk kembali memotong ketertinggalannya.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya