Jaga Tren Positif, Eng Hian Beri Peringatan untuk Ganda Putri Indonesia

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis
Kamis 04 April 2024 20:36 WIB
Pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian (Foto: Andhika Khoirul Huda)
Share :

“Iya maunya (strateginya) seperti itu, memang semuanya harusnya berproses. Pasti kita berpatokannya pada level yang tinggi, tapi ternyata yang tinggi belum menciptakan prestasi, kita coba di level bawahnya,” kata Eng Hian kepada awak media, termasuk MNC Portal Indonesia, saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, pada Rabu, 3 April 2024.

“Nah di bawahnya sesuai standar mereka, mampu enggak? Kalau enggak mampu ya memang sudah waktunya enggak di pelatnas,” tambahnya.

 

“Tapi ini kan pembuktian lagi dari anak anak bahwa mereka masih mampu. Mereka buktikan juara di Super 100 dan Super 300. Artinya mereka sadar bahwa mereka punya kemampuan, tinggal bagaimana lagi meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri,” tuturnya.

Lebih lanjut, Eng Hian membeberkan bahwa ucapannya tersebut bukan merupakan gertakan bagi para anak buahnya, khususnya berkaitan dengan promosi dan degradasi yang ada di Pelatnas PBSI setiap tahunnya. Kata dia, semua peringatan yang ditegaskannya tersebut merupakan bagian dari program kerja yang diberikannya kepada semua anak asuhnya.

 BACA JUGA:

“Kalau gertakan enggak ya (selama promosi dan degradasi). Jadi gini, kalau saya setiap tahun itu selalu di selalu ada program. Beda yang harus saya sampaikan ke anak-anak: pasangan A ini programnya ini pencapaiannya sekian, ini target yang dicapai tahun ini. Nah pasangan B pasti ada beda-bedanya,” jelas pelatih berusia 46 tahun itu.

“Dalam kurun waktu 1-2 tahun harusnya kita bisa tahu diri. Pemain berpikir 'saya setelah dikasih kesempatan sekian banyak, kemampuan sekian, ini saya masih bisa ke atas enggak, saya masih bisa juara enggak'. Nah itu kan nanti tinggal saya yang mengatur kayak gini, turnamen yang awalnya dikasih kesempatannya Super 500 ke atas dan ternyata belum bisa menembus, ya kita turunkan. Kalau nggak bisa nembus, kita turunkan lagi sampai maksimalnya,” imbuhnya.

“Nah maksimal itu tentunya kalau level yang utama kan nggak mungkin kasih ke IC, terendah adalah Super 100. Kalau Super 100 masih nggak mampu, sudah tahu sukuensinya. Itu sudah saya sampaikan setiap tahun sudah begitu. Jadi saat promosi-degradasi itu anak-anak sebagian besar sudah memahami. Jadi tidak ada yang kaget,” pungkasnya.

(Admiraldy Eka Saputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya