Namun dengan segala kelebihan dan fasilitas yang ada, untuk menjadi atlet pelatnas PBSI juga bukan hal yang mudah. Ada persaingan super ketat yang harus dihadapi. Setidaknya, ada ribuan atlet di seluruh Indonesia yang ingin menjadi atlet pilihan tersebut.
Karena ketatnya persaingan untuk menjadi atlet pelatnas, maka ada beberapa atlet yang memilih untuk membela negara lain. Salah satunya adalah Albertus Susanto Njoto.
BACA JUGA:
Albertus Susanto Njoto adalah pemain spesialis ganda putra yang cukup berprestasi. Pasangan Yohan Hadikusuma ini menjadi salah satu ganda putra yang diandalkan di era awal 2000 an. Mereka pernah masuk ke pelatnas hingga menjadi juara di Filipina Open 2006.
Namun secara mengejutkan, Albertus Susanto Njoto tiba-tiba mundur dari pelatnas. Alasannya adalah karena persaingan antar pemain. Ia pun lebih memilih untuk beralih membela Hong Kong bersama tandemnya.
Di Hong Kong, dirinya sempat ikut serta dalam berbagai ajang internasional. Namun dengan kualitas pelatih dan fasilitas bulutangkis yang berbeda dengan di Indonesia, dirinya gagal meraih prestasi gemilang seperti halnya saat masih menjadi pelatnas PBSI.
Itulah kisah pebulutangkis Albertus Susanto Njoto, mantan pebulutangkis Indonesia ini memilih mundur dari pelatnas karena ketatnya persaingan.
(Admiraldy Eka Saputra)