"Bahkan ketika dia belum berada dalam kondisi terbaiknya, dia tidak pernah menahan diri dan terus mengambil risiko untuk mendapatkan hasil," sambung pria asal Italia itu.
“Kami melihatnya tahun lalu di Honda, pembalap (Honda) lainnya berjuang di posisi terakhir, sementara dia selalu membuat perbedaan,” tandas Agostini.
Faktanya, Marquez memang sangat ngotot dan memaksakan diri untuk bisa bersaing di papan atas pada MotoGP 2023 meski motor Honda RC213V-nya tak punya kemampuan untuk itu. Alhasil, sebagai risikonya, dia sering kali terjatuh dan bahkan gagal finis dalam sembilan balapan.
Kendati demikian, rider berusia 30 tahun tersebut tetap menjadi pembalap Honda yang finis paling tinggi di MotoGP 2023 yakni di peringkat 14 dengan 96 poin. Sementara rekan-rekan Honda-nya, Takaaki Nakagami, Alex Rins, dan Joan Mir, masing-masing hanya finis di urutan 18, 19, dan 22.
(Wikanto Arungbudoyo)