BERIKUT kisah kutukan nomor 1 di dunia MotoGP. Sebab, ada beberapa pembalap yang percaya akan kutukan itu, dan tak berani memakai nomor sakral tersebut meski berstatus juara dunia.
Seperti diketahui, MotoGP memiliki sebuah aturan khusus. Setiap pembalap yang menjadi juara dunia diizinkan untuk menggunakan nomor 1 di motornya untuk balapan di MotoGP musim berikutnya.
Namun telah lebih dari 11 tahun, nomor 1 itu tidak pernah digunakan. Baru pada MotoGP 2023 nomor ini kembali dipakai oleh pembalap tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia.
Alasan para pembalap enggan mengenakan nomor 1 di motornya adalah mereka percaya dengan adanya kutukan. Takhayul itu mengatakan jika pembalap yang menjadi juara dunia menggunakan nomor 1 di musim berikutnya, maka tidak akan bisa mempertahankan gelar.
Banyaknya pembalap yang percaya akan kutukan nomor 1 ini pun bukan tanpa sebab. Tercatat, pembalap yang mampu menjadi juara dengan menggunakan nomor keramat ini adalah Mick Doohan.
Hal itu terjadi pada 1998 atau sekira 25 tahun yang lalu. Dan sejak saat itu, tidak ada satu pun pembalap yang yang menjadi juara dengan menggunakan nomor 1 itu.
Kutukan itu mulai terlihat saat Casey Stoner yang sukses menjadi juara dunia MotoGP 2007, memakai nomor 1. Dia hanya mampu menjadi runner up setelah kalah dari Valentino Rossi pada 2008.
Hal serupa kembali menimpanya pada 2012. Kala itu, Stoner memilih menggunakan nomor 1 setelah menjuarai MotoGP 2011. Sayangnya, dia gagal mempertahankan gelar dan hanya mengakhiri musim di peringkat kedua, kalah dari Jorge Lorenzo.