ALASAN kenapa tinggi badan pembalap MotoGP pendek-pendek menarik dikulik. Jika diperhatikan, pembalap MotoGP memang cenderung memiliki postur tubuh yang pendek.
Postur badan pembalap MotoGP ini jelas berbeda dengan kebanyakan atlet di cabang olahraga lainnya. Biasanya, para atlet berpostur tinggi di cabor sepakbola, voli, ataupun basket.
Namun ternyata, pembalap MotoGP berpostur pendek bukanlah tanpa alasan. Postur pendek ini akan berpengaruh terhadap berat badan. Kedua hal ini akan memiliki andil besar pada kecepatan motor saat balapan.
Kenapa bisa demikian? Ada beberapa alasan mengapa tinggi dan berat badan badan pembalap MotoGP berpengaruh pada laju kendaraan. Oleh sebab itu, berikut Okezone rangkum 3 alasan kenapa tinggi badan pembalap MotoGP pendek-pendek.
3. Mengurangi beban kendaraan
Pembalap dengan postur tubuh yang pendek cenderung akan memiliki berat badan yang rendah pula. Hal ini berdampak pada berkurangnya beban yang ditopang oleh motor.
Saat beban motor terlalu berat karena bobot tubuh pembalap, ada pengaruh terhadap gaya gesek ban dengan jalan. Oleh sebab itu, motor tidak dapat melaju dengan kecepatan yang lebih optimal.
Meski begitu, ada sebuah perhitungan untuk berapa bobot optimal pembalap untuk motornya. Semakin sesuai perhitungannya, semakin optimal pula laju motornya.
Apabila terlalu ringan, teknisi akan menambahkan pemberat pada motor. Dengan begitu, pusat gravitasi motor lebih dioptimalkan.
2. Hambatan aerodinamis
Pembalap MotoGP dengan postur tubuh pendek juga membuat hambatan aerodinamis saat balapan lebih sedikit. Dengan hambatan yang rendah, motor akan dapat melaju lebih cepat di lintasan.
Hambatan aerodinamis ini berpengaruh pada kecepatan motor. Saat hambatan terlalu besar, dorongan motor ke belakang juga lebih besar. Oleh sebab itu, orang berpostur pendek lebih diuntungkan.
1. Irit bahan bakar
Pembalap dengan postur tubuh pendek dan berat badan yang ringan juga akan membuat motor lebih irit bahan bakar. Pasalnya, pembalap yang ringan membuat beban motor lebih sedikit sehingga penggunaan bahan bakar lebih efisien.
Perlu diketahui, setiap motor hanya dapat menampung maksimal 22 liter bahan bakar untuk balapan. Jika bahan bakar ini habis karena penggunaannya yang kurang efisien akibat berat badan, ada sebuah masalah yang sangat besar.
Itulah alasan kenapa tinggi badan pembalap MotoGP pendek-pendek.
(Djanti Virantika)